Polda Sumsel Diminta Kembalikan Rp 21M Milik Mularis yang Disita

Senin, 29 Agustus 2022 22:00 WIB


MEMO BISNIS -- Kuasa hukum Mularis Djahri, Alex Noven meminta uang senilai Rp 21 miliar yang disita Ditreskrimsus Polda Sumsel dari rekening kliennya dikembalikan ke rekening semula, yaitu PT Campang Tiga. Alex mengatakan uang itu sepenuhnya merupakan hak dari PT Campang Tiga yang akan digunakan untuk menjalankan operasional kegiatan usaha dan pembayaran gaji kepada lebih dari 1.000 karyawan perusahaan.

"Kami menilai pemblokiran yang dilanjutkan dengan penyitaan yang dilakukan oleh penyidik Dirkrimsus Polda Sumsel tersebut merupakan bentuk penyimpangan dan kesewenang-wenangan atau abuse of power karena telah bertentangan dengan Pasal 71 ayat (1) s/d ayat (7) UU TPPU," ujar Alex dalam keterangan tertulis, Minggu 28 Agustus 2022. 

Selain itu, ia menyayangkan pihak bank yang lalai dalam menjalankan kewajiban dengan menjaga kerahasiaan informasi nasabah penyimpan dan simpanannya. Ia menyebut sejumlah bank yang terlibat dalam kasus ini telah melanggar pasal 25 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 1/7/POJK.07/2013 Tanggal 6 Agustus 2013 tentang Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan.

Alex juga meminta pertanggungjawaban kepada bank-bank yang telah melakukan pemblokiran dan pemindahan uang dengan cara mengembalikan uang secara seketika ke rekening asal milik PT Campang Tiga serta rekening pribadi Mularis Djahri.

Alex sebelumnya telah melayangkan surat somasi kepada sejumlah bank BUMN yang melakukan pemblokiran sepihak atas rekening milik kliennya. Ia mengungkapkan pemblokiran tersebut dilakukan tanpa sepengetahuan dan seizin kliennya.

Pemblokiran rekening yang dilakukan bank-bank tersebut, kata Alex, tidak memiliki dasar hukum, serta telah melanggar kewajiban bank terkait penerapan rahasia bank sebagaimana diatur dalam pasal 40 ayat 1 UU No.10 Tahun 1998 tentang Perbankan yang menyatakan bahwa bank wajib merahasiakan keterangan mengenai nasabah penyimpan dan simpanannya.

Selain itu, berdasarkan pasal 25 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 1/7/POJK.07/2013 Tanggal 6 Agustus 2013 tentang Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan juga disebutkan bank selaku lembaga jasa keuangan wajib menjaga keamanan simpanan, dana atau aset konsumen yang berada dalam tanggung jawab bank selaku pelaku usaha jasa keuangan.

Alex menuturkan selama menjadi nasabah di bank-bank yang melakukan pemblokiran tersebut, kliennya merupakan konsumen lama yang memiliki badan hukum serta tidak pernah menyalahi aturan yang dibuat bank.

"Jadi, dengan adanya pemblokiran tersebut, otomatis klien kami mengalami kerugian material maupun immaterial, yang mana uang tersebut digunakan untuk pembiayaan operasional dan juga gaji karyawan PT. Campang Tiga milik klien kami, sehingga mengganggu operasional perusahaan," katanya.

Menurut Alex, berdasarkan pasal 71 ayat 1-7 UU TPPU tentang pemblokiran, itu dilakukan paling lama 30 hari kerja dan selanjutnya dalam jangka waktu pemblokiran berakhir, pihak pelapor (penyidik) wajib mengakhiri pemblokiran demi hukum. Dalam hal ini, harta kekayaan yang diblokir harus tetap berada pada pihak pelapor yang bersangkutan.

Sebagai informasi, pemilik perusahaan Kelapa Sawit PT Campang Tiga Mularis Djahri dituding secara tidak sah mengerjakan, menggunakan, dan menguasai lahan perkebunan di areal perkebunan tebu PT Laju Perdana Indah (LPI) di Kecamatan Cempaka, OKU Timur, Sumsel. Menanggapi tudingan ini, ia menjelaskan PT Campang Tiga merupakan pemegang sah izin lokasi usaha perkebunan kelapa sawit seluas 12.000 hektare di Desa Campang Tiga Ilir, berdasarkan Surat Keputusan Bupati Nomor: 232/KPTS/693/1/2004 Tahun 2004, dan perpanjangan pada 6 Desember 2007.

Menurutnya, PT Campang Tiga juga telah melaksanakan kewajiban perusahaan, salah satunya melakukan ganti rugi kepada masyarakat setempat dengan cara pelepasan hak yang merupakan bukti autentik bahwa telah terjadi peralihan yang sah secara kesepakatan mufakat antara Pihak PT Campang Tiga dan masyarakat pemilik tanah di Desa Campang Tiga llir, Kecamatan Cempaka, OKU Timur.(*)

 

 



Rekomendasi Inforial

    BBerita tidak ada

Binus Support Jadi Pusat Layanan Informasi dan Solusi

1 hari lalu

Binus Support Jadi Pusat Layanan Informasi dan Solusi

Ratu Tatu Chasanah, Bupati Inspirasi Pembangunan SDM

1 hari lalu

Ratu Tatu Chasanah, Bupati Inspirasi Pembangunan SDM

GRATYO Cari UMKM yang Siap Naik Kelas

1 hari lalu

GRATYO Cari UMKM yang Siap Naik Kelas

House of Shopaholic Rayakan 11 Tahun dengan Berbagi pada Mahasiswi

2 hari lalu

House of Shopaholic Rayakan 11 Tahun dengan Berbagi pada Mahasiswi

Holding Perkebunan Nusantara PTPN III Launching Produk Hasil Kerja Sama Riset

2 hari lalu

Holding Perkebunan Nusantara PTPN III Launching Produk Hasil Kerja Sama Riset

Semangat Bertahan Perajin Berdaya Saing

2 hari lalu

Semangat Bertahan Perajin Berdaya Saing

Acer Terapkan Solusi Pendidikan Berbasis Teknologi Informasi

2 hari lalu

Acer Terapkan Solusi Pendidikan Berbasis Teknologi Informasi

Bupati Serang: Apkasi Cari Solusi Terbaik untuk Honorer dan PPPK

3 hari lalu

Bupati Serang: Apkasi Cari Solusi Terbaik untuk Honorer dan PPPK

Korea Indonesia Film Festival Segera Hadir di 4 Kota

3 hari lalu

Korea Indonesia Film Festival Segera Hadir di 4 Kota

Garmin Segera Rilis Smartwatch Venu Sq 2 Series

3 hari lalu

Garmin Segera Rilis Smartwatch Venu Sq 2 Series