PT Mowilex Raih Sertifikasi Karbon Netral

oleh:

Tempo.co

Jumat, 31 Desember 2021 14:20 WIB
PT Mowilex Raih Sertifikasi Karbon Netral

INFO BISNIS - Perusahaan manufaktur cat PT Mowilex berhasil meraih sertifikasi CarbonNeutral® untuk tiga tahun berturut-turut, dengan mencapai emisi karbon pada tingkat net zero. Pencapaian ini dilakukan dengan membeli offset karbon untuk mengimbangi emisi karbonnya yang berdasarkan penilaian dari evaluasi Scope 1, 2 dan 3 sesuai dengan Protokol CarbonNeutral. Perhitungan emisi dan sertifikasi offset karbon  dikeluarkan oleh dua badan independen yang berada di Amerika Serikat.

PT Mowilex menjadi perusahaan manufaktur pertama yang meraih sertifikasi perusahaan CarbonNeutral® sejak 2019 hingga saat ini. Komitmen perusahaan tersebut juga diwujudkan dengan pengurangan emisi pada seluruh operasi dan mengurangi dampak negatifnya terhadap lingkungan.

PT Mowilex juga telah memperkenalkan pediman VOC, standar pada kemasan (labeling) dan telah mengganti stok lama dari cat kayu dan besi yang memiliki kandungan timbal di atas 90ppm dengan versi yang memiliki formulasi baru yang bebas timbal tanpa biaya tambahan untuk toko ataupun distributor.

Dalam waktu tiga tahun terakhir, PT Mowilex telah mengurangi daya listrik yang digunakan oleh pendingin ruangan, memasang sistem penerangan yang efisien, serta memasang insulasi pada gedung-gedung perusahaan untuk mengurangi pemakaian listrik. PT Mowilex juga telah membangun pabrik baru yang akan beroperasi di kuartal pertama 2022 untuk mengurangi emisi karbon (CO2) dari operasi manufaktur dan logistik utamanya sekitar 7 persen.

Dari Maret 2020 hingga April 2021, PT Mowilex telah mengurangi emisinya (gross emissions) sebanyak 13,2 persen. Pengurangan perjalanan bisnis akibat dari protokol kesehatan COVID-19 merupakan 82 persen dari pengurangan emisi tersebut.

Pada 2021, PT Mowilex telah membeli offset karbon dari proyek-proyek yang telah bersertifikasi, termasuk proyek REDD+ Rimba Raya di Kabupaten Seruyan serta proyek REDD+ Katingan Mentaya di Kabupaten Katingan di Provinsi Kalimantan Tengah. (*)


 

Selengkapnya
Grafis

RUU IKN: Ibu Kota Negara Baru Dinamai Nusantara

Dengan UU IKN, pembangunan akan dilakukan secara bertahap. Ada tiga kementrian dan lebih dari dua ribu PNS yang akan dipindahkan pada tahap awal.