Pahamify Luncurkan Fitur Baru

oleh:

Tempo.co

Jumat, 31 Desember 2021 13:57 WIB
Pahamify Luncurkan Fitur Baru

INFO BISNIS – PT Pahami Cipta Edukasi (Pahamify) menggandeng Psikolog Anak, Seto Mulyadi, pada peluncuran fitur baru bernama PEGASUS. Upaya ini untuk membantu siswa lolos Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2022 dan Seleksi Masuk Bersama Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

“Kak Seto memiliki visi yang selaras dengan Pahamify, yakni membuat belajar menjadi kegiatan yang seru dan menyenangkan sehingga siswa dapat mencapai potensi terbaiknya. Ini yang menginspirasi kami untuk berkolaborasi dengan Kak Seto dalam membantu siswa kelas 12 dan gap year bersiap menghadapi UTBK 2022 melalui fitur PEGASUS,” ujar Chief Executive Officer (CEO) Pahamify Syarif Rousyan Fikri.

PEGASUS diharapkan dapat membantu siswa agar belajar lebih efektif dan terarah. Fitur ini juga memberikan kemudahan bagi siswa untuk mengetahui peluang lolos ke jurusan impian. PEGASUS akan menjadi pendamping bagi siswa mulai dari penentuan target jurusan yang ingin dituju, penerapan metode belajar efektif dengan rekomendasi materi dan soal latihan yang dirancang sesuai kemampuan siswa yang berbasis Artificial intelligence, hingga menjaga semangat dan konsistensi belajar siswa.

Selain PEGASUS, Pahamify juga telah menjalankan sejumlah program untuk membantu siswa menghadapi UTBK dan SBMPTN 2022. Program tersebut antara lain Live Class dan Pahamify Accelerator Program bersama Rockstar Teacher Pahamify, Peluncuran Ultimate Guide UTBK 2022 (Buku Panduan UTBK), serta TryOut UTBK rutin. Pahamify juga akan menyelenggarakan TryOut Akbar pada 15 Januari 2021 mendatang.

Untuk informasi lebih lanjut dapat mengunjungi https://pahamify.com, serta ikuti Instagram @pahamify dan Twitter @pahamify.

PT Pahami Cipta Edukasi (Pahamify) adalah perusahaan teknologi pendidikan (edtech) dan pencipta aplikasi belajar yang berisi puluhan ribu video pembelajaran premium beranimasi, kuis, dan ringkasan, dengan menggabungkan sains belajar, filmmaking, gamifikasi, dan tampilan yang intuitif.  (*)


 

Selengkapnya
Grafis

RUU IKN: Ibu Kota Negara Baru Dinamai Nusantara

Dengan UU IKN, pembangunan akan dilakukan secara bertahap. Ada tiga kementrian dan lebih dari dua ribu PNS yang akan dipindahkan pada tahap awal.