Kemnaker Sederhanakan Birokrasi ASN

oleh:

TEMPO.CO

Sabtu, 10 April 2021 12:59 WIB
Kemnaker Sederhanakan Birokrasi ASN

Sekretaris Jenderal Kemnaker Anwar Sanusi dalam sosialisasi Roadmap Reformasi Birokrasi di BBPLK Medan, Sumatera Utara, Jumat, 9 April 2021

INFO BISNIS - Presiden Joko Widodo menginstruksikan reformasi birokrasi menjadi salah satu fokus kerja pada periode kedua masa pemerintahannya. Kementerian Ketenagakerjaan pun mendukung agenda reformasi birokrasi ini dengan melakukan perampingan struktur jabatan di lingkungan Kemnaker.

“Hal ini menjadikan kita lebih fokus dalam mengelola dan membina SDM ASN Ketenagakerjaan yang kompeten dan profesional, baik yang diperuntukkan bagi Kemnaker, kementerian/lembaga lain, maupun pemerintah daerah,” ujar Sekretaris Jenderal Kemnaker Anwar Sanusi dalam sosialisasi Roadmap Reformasi Birokrasi di BBPLK Medan, Sumatera Utara, Jumat, 9 April 2021.

Anwar menjelaskan bahwa reformasi birokrasi dilakukan dengan restrukturisasi organisasi. Hal ini dilakukan dengan merombak sejumlah jabatan struktural menjadi jabatan fungsional, baik yang menempati lingkungan kantor pusat maupun UPTP di daerah.

Dengan adanya reformasi birokrasi ini, Kemnaker lebih fokus dalam mengelola dan membina SDM ASN ketenagakerjaan yang kompeten dan profesional, baik yang diperuntukkan bagi Kemnaker, kementerian/lembaga lain, maupun pemerintah daerah.

Empat jabatan fungsional yang pembinaannya ada di Kemnaker adalah instruktur, pengawas ketenagakerjaan, mediator, dan pengantar kerja. Keempat jabatan fungsional tersebut adalah jabatan SDM yang dibutuhkan oleh dunia ketenagakerjaan.

“Jabatan-jabatan ini adalah SDM yang dibutuhkan di dunia ketenagakerjaan. Mereka ini tidak hanya bertempat di Kemnaker, namun juga di kementerian/lembaga lain, serta di Pemda,” kata Anwar.

Anwar menambahkan, selain reformasi birokrasi, pihaknya juga telah menerapkan reformasi di BLK. Reformasi ini bertujuan untuk menjadikan pelatihan vokasi melalui BLK sebagai ikon Kemnaker. Dalam reformasi BLK, Kemnaker menerapkan 6R, yaitu reformasi kelembagaan, redesain substansi pelatihan, revolusi SDM, revitalisasi fasilitas dan sarana prasarana, rebranding BLK, dan relationship.

Kemnaker berharap, kedua reformasi ini meningkatkan kualitas SDM ketenagakerjaan untuk mendukung menciptakan iklim ketenagakerjaan yang lebih baik. "Saya ingin kita semakin bangga, semakin senang, untuk bekerja di tempat ini. Sehingga kita semakin memberikan yang terbaik bagi BLK, utamanya Kemnaker," katanya. (*)


 

 

Selengkapnya
Grafis

Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.