Wali Kota Mahyeldi Tinjau Kegiatan Bedah Rumah di Kecamatan Koto Tangah

oleh:

TEMPO.CO

Selasa, 15 September 2020 17:35 WIB
Wali Kota Mahyeldi Tinjau Kegiatan Bedah Rumah di Kecamatan Koto Tangah

Wali Kota Padang H.Mahyeldi Ansharullah meninjau pembangunan bantuan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

INFO BISNIS-- Wali Kota Padang H.Mahyeldi Ansharullah meninjau pembangunan bantuan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), di Kelurahan Balai Gadang dan Bantuan Sanitasi (WC dan septic tank) individual di Kelurahan Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Senin (14/9).
Mahyeldi mengatakan, pembangunan rumah tidak layak huni menjadi salah satu Program Unggulan (Progul) Pemerintah Kota Padang semenjak ia menjabat sebagai wali kota pada tahun 2014. Program ini rutin dilaksanakan setiap tahunnya untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang berpenghasilan rendah agar menempati rumah layak huni.
"Pemerintah Kota Padang terus berkomitmen melakukan pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan warga Kota Padang, namun tentunya tidak semua dapat tercover sekaligus, ada yang menjadi skala prioritas agar pembangunan menjadi tepat sasaran," ujarnya.
Pada kesempatan itu Wali Kota Mahyeldi ikut memasang batu bata yang disaksikan oleh warga setempat bersama pejabat Pemko Padang. Dalam kunjungan tersebut, wali kota Mahyeldi didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra Edi Hasymi, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Endrizal, Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPRKPP) Kota Padang Tri Hadiyanto dan Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Amrizal Rengganis.
Sebelumnya, Walikota Padang juga meninjau pelaksanaan kegiatan bantuan sanitasi berupa WC dan septic tank individual yg berlokasi di Kelurahan Lubuk Minturun. Walikota Padang juga berkenan memasang tanki septic sekaligus mencoba aliran air bersih yg baru di pasang pada rumah tersebut melalui program MBR PDAM Kota Padang.(*)


 

Selengkapnya
Grafis

Febri Diansyah dan Jumlah Mereka yang Pamit dari KPK 5 Tahun Terakhir

Mantan Kepala Biro Humas KPK, Febri Diansyah, menyatakan telah mengajukan surat pengunduran diri. Selama 5 tahun terakhir, berapa pegawai yang pamit?