Eldeberry, Buah Mungil Penjaga Daya Tahan Tubuh

oleh:

TEMPO.CO

Sabtu, 1 Agustus 2020 15:56 WIB
Eldeberry, Buah Mungil Penjaga Daya Tahan Tubuh

Agar imunitas tubuh selalu sehat, yakni dengan mengkonsumsi buah Eldeberry

INFO BISNIS-Nama elderberry mungkin belum mungkin belum sepopuler buah beri lain di Indonesia, seperti stroberi atau blueberry. Meski begitu, buah elderberry memiliki banyak manfaat untuk menjaga kesehatan tubuh.

Eldeberry merupakan tanaman yang berasal dari Eropa, Afrika, dan sebagian Asia. Akan tetapi, penyebaran elderberry paling banyak di Amerika Serikat. Elderberry telah menjadi obat tradisional selama berabad-abad di Amerika Utara, Eropa, Asia Barat, dan Afrika Utara.

Buah mungil dengan rasa yang asam segar ini kaya akan vitamin A, vitamin B, vitamin C, flavonoid, dan asam amino. Sering kali elderberry dimanfaatkan sebagai antioksidan, menurunkan kolesterol, meningkatkan penglihatan, menguatkan sistem imun, memperbaiki kesehatan jantung dan tentu saja untuk batuk, pilek, dan flu.

Kandungan zat flavonoid dalam sari elderberry dapat menghancurkan virus flu dan pilek. Penelitian menemukan bahwa manfaat elderberry sangat terasa 24 – 48 jam setelah mengalami gejala flu. Adapun elderberry dapat mengurangi durasi gejala flu hingga lebih dari 50 persen.

Segudang manfaat dalam elderberry sangat baik untuk membantu menjaga imunitas tubuh, apalagi  di tengah pandemi Covid-19. Untuk mendapat nutrisi dan manfaat buah itu, kini tak perlu jauh-jauh ke Amerika. Seluruh manfaat elderberry bisa didapatkan dengan mengonsumsi suplemen herbal Amunizer dari Enesis Group.  

Dengan kandungan ekstrak elderberry, Amunizer mampu menjaga daya tahan tubuh secara intensif sehingga tidak gampang sakit, sebuah amunisi untuk membuat tubuh lebih sehat dan kuat. Amunizer juga mengandung vitamin C 1000 mg, zinc, forsythia, phyllanthus, dan lonicera. Hadir dengan bentuk bubuk dalam kemasan saset, Amunizer dapat menjadi amunisi untuk membantu menjaga daya tahan tubuh, terutama di masa pandemi Covid-19. (*)


Selengkapnya
Grafis

Bandingkan Ledakan di Beirut dengan Bom Atom Hiroshima Nagasaki

Pemerintah Lebanon meyakini ledakan di Beirut disebabkan 2.750 ton amonium nitrat. Banyak orang membandingkannya dengan bon atom Hiroshima Nagasaki.