Danone SN Dukung IPB Berdayakan Masyarakat dan Mahasiswa Terdampak Pandemi

oleh:

TEMPO.CO

Selasa, 30 Juni 2020 20:24 WIB
Danone SN Dukung IPB Berdayakan Masyarakat dan Mahasiswa Terdampak Pandemi

Danone SN Indonesia Dukung IPB University Berdayakan Masyarakat danMahasiswa Terdampak Pandemi Melalui Program Padat Karya di Taman Kehati/

INFO BISNIS — Penerapan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di lingkungan kampus, termasuk Kampus IPB, memberikan dampak pada berkurangnya aktivitas perekonomian masyarakat di sekitar kampus. Kondisi tersebut mendorong Danone Specialized Nutrition (SN) Indonesia melaksanakan salah satu program inisiatif keberlanjutannya Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) yang berlokasi di Kampus IPB Dramaga, Bogor, Jawa Barat.

Vera Galuh Sugijanto, VP General Secretary Danone Indonesia menjelaskan, “Di tengah situasi ini, kami berkomitmen untuk berkontribusi dalam penanggulangan dampak pandemi di Indonesia. Melalui Program Padat Karya di Taman Kehati, kami melakukan pemberdayaan mahasiswa dan masyarakat yang fokus kepada pembangunan infrastuktur dan kegiatan perawatan yang mengikuti protokol kesehatan yang berlaku. Selain menyerap tenaga kerja dan memberikan manfaat langsung berupa pemasukan yang dapat dimanfaatkan untuk pemenuhan kebutuhan gizi keluarga, Taman Kehati juga bertujuan untuk meningkatkan keanekaragaman hayati dan mendukung pengadaan air bersih untuk warga kampus.”

Kerja sama Danone SN Indonesia, IPB University, dan mitra Jauhar melalui Program Taman Kehati yang di mulai bulan April 2020 fokus kepada kegiatan pelestarian dan pengayaan keanekaragaman hayati pada lahan terbuka hijau seluas 8,65 Ha di Kampus IPB University Dramaga. Taman Kehati akan ditanami berbagai jenis tumbuhan, difungsikan sebagai laboratorium tanaman lokal dan langka, sentra penelitian biodiversitas oleh civitas akademik IPB,dan masyarakat luas di sekitar kampus. (*)


Selengkapnya
Grafis

Ekspor Benih Lobster, dari Susi Pudjiastuti hingga Edhy Prabowo

Kronologi ekspor benih lobster dibuka kembali oleh Edhy Prabowo melalui peraturan menteri yang mencabut larangan yang dibuat Susi Pudjiastuti.