Grand Candi Hotel Gelar Pasar Senggol Nasional.Is.Me

oleh:

TEMPO.CO

Senin, 2 Desember 2019 18:48 WIB
Grand Candi Hotel Gelar Pasar Senggol Nasional.Is.Me

Pasar Senggol Nasional.Is.Me Jadi Penutup Pasar Senggol Di Tahun 2019.

INFO BISNIS — Pasar Senggol, festival kuliner yang rutin diadakan oleh Grand Candi Hotel setiap bulannya ini menjadi salah satu event favorit keluarga Semarang. Tak hanya menyajikan festival kuliner Semarang-an dan kuliner kekinian yang harga rata-ratanya dibanderol dibawah Rp 20 ribuan, Pasar Senggol juga selalu mengadakan kompetisi anak dan kegiatan-kegiatan keluarga yang bersifat edukasi. 

Pasar Senggol juga menjadi wadah dan sarana bagi UMKM Semarang dan Jawa Tengah untuk mempromosikan produk dan melakukan kegiatan jual beli. Pada 1 Desember 2019, Pasar Senggol kembali diadakan dan sekaligus menjadi penutup Pasar Senggol di tahun 2019 ini.

Mengusung tema Nasional.Is.Me, Pasar Senggol terakhir yang diadakan di tahun 2019 ini mengadakan kegiatan yang bertujuan untuk menanamkan rasa nasionalisme dan cinta Indonesia sejak dini. Salah satu lomba yang diadakan adalah lomba menyanyi lagu nasional untuk anak-anak. Para peserta dengan rentang usia 5-10 tahun membawakan lagu-lagu nasional seperti Indonesia Raya, Garuda Pancasila, Berkibarlah Benderaku, dan lagu nasional lainnya.

Kegaiatan yang bekerja sama dengan Smart Fun Production dan DISBUDPAR Kota Semarang ini juga menghadirkan lomba baca puisi dengan tema pahlawan dan lomba Mata Pelajaran (Mapel) yang bersertifikat resmi dari DISBUDPAR Kota Semarang.

Azkar Rizal Muhammad selaku Public Relations Grand Candi Hotel Semarang mengatakan tema Nasionalisme memang sengaja dipilih sebagai penutup Pasar Senggol di tahun 2019 supaya rasa cinta terhadap negara selalu tertancap di hati pengunjung Pasar Senggol.

“Yang namanya penutup itu harus berkesan, harus menonjolkan hal esensial yang terus diingat oleh partisipannya. Kami sengaja memilih tema Nasional.Is.Me karena buat kami menanamkan rasa bangga dan cinta terhadap Indonesia itu hal yang wajib ditanamkan sejak dini. Ini adalah upaya kami untuk mengingatkan generasi muda agar tak pernah melupakan budaya kita sendiri. Budaya Indonesia,” katanya. (*)


Selengkapnya
Grafis

Harley Davidson dan Brompton dalam Daftar 5 Noda Garuda Indonesia

Garuda Indonesia tercoreng berbagai noda, dari masalah tata kelola hingga pelanggaran hukum. Erick Thohir diharapkan akan membenahi kekacauan ini.