Pemerintah Kenalkan kebijakan Transformasi Ekonomi

oleh:

TEMPO.CO

Jumat, 9 Agustus 2019 18:56 WIB
Pemerintah Kenalkan kebijakan Transformasi Ekonomi

Transformasi ekonomi, langkah nyata perkuat ekonomi untuk Indonesia maju

INFO BISNIS — Guna menyelesaikan berbagai tantangan bangsa di bidang perekonomian, pemerintah mengenalkan kebijakan transformasi ekonomi. Sejumlah pilar pun dirancang guna mendorong transformasi ekonomi agar menghasilkan pertumbuhan yang berkelanjutan, berdaya saing, dan berkualitas.

Kebijakan transformasi ekonomi ini dipicu oleh sejumlah hal, baik yang terjadi di dalam negeri maupun di luar negeri. Di antaranya perekonomian global yang sedang menghadapi tantangan ketidakpastian karena dipicu oleh perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok, penurunan harga komoditas dan volume perdagangan dunia, serta pelonggaran kebijakan moneter yang diambil sejumlah negara.

Sejumlah tantangan dalam negeri juga mendesak untuk diatasi, misalnya peringkat infrastruktur yang masih berada pada peringkat 54 dari 160 negara di dunia, biaya logistik yang masih kurang kompetitif, ketimpangan dalam penguasaan lahan dan tanah, serta tantangan dalam pasar tenaga kerja serta kesempatan berusaha. Selain itu, Indonesia masih dihadapkan pada saving-investment gap, produktivitas dan daya saing sumber daya manusia (SDM) yang masih perlu ditingkatkan, serta Incremental Capital Output Ratio (ICOR) yang masih tinggi.

“Untuk mentransformasikan ekonomi kita menjadi lebih maju, diperlukan penguasaan teknologi, modal dan skill, dan juga bahwa inti dari transformasi, yaitu untuk melahirkan lebih banyak lagi entrepreneur,” kata Wakil Presiden RI Jusuf Kalla dalam Seminar Nasional Transformasi Ekonomi untuk Indonesia Maju, yang diselenggarakan 9 Agustus 2019, dalam rangka HUT ke-53 Kemenko Perekonomian dan HUT ke-74 Republik Indonesia.

“Diperlukan juga kebijakan yang keras, pemimpin yang kuat untuk mengubah ekonomi. Birokrasi kita juga harus cepat dan ekspor pun harus ditingkatkan, serta APBN harus efisien,” ujar Wapres JK.

Sementara, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, mengatakan bahwa transformasi ekonomi merupakan prasyarat dari peningkatan dan kesinambungan pertumbuhan serta penanggulangan kemiskinan, sekaligus pendukung bagi keberlanjutan pembangunan.

“Transformasi ekonomi yang terjadi diharapkan dapat menggeser struktur ekonomi yang semula berbasis komoditas, menjadi ekonomi berbasis investasi, produksi, dan pelayanan yang memiliki nilai tambah tinggi. Hal ini dapat meningkatkan daya saing perekonomian Indonesia dan kualitas hidup masyarakat,” kata Menko Darmin dalam seminar nasional yang diselenggarakan di Jakarta itu.

Paradigma selama ini memang transformasi ekonomi atau dulunya dikenal dengan istilah transformasi struktural diarahkan pada peralihan tenaga kerja dari sektor berbasis sumber daya alam (SDA) ke sektor yang menciptakan nilai tambah (added values), misalnya industri. Tetapi, hal ini memicu terjadinya urbanisasi dari desa ke kota.

Kini, transformasi ekonomi yang digagas oleh pemerintah berfokus pada pemanfaatan potensi desa sebagai basis pertumbuhan ekonomi daerah, yang nantinya akan berdampak pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Jadi, tidak perlu misalnya petani di desa pindah ke kota menjadi buruh, namun dengan transformasi ekonomi mereka tetap bertani dengan lebih efisien memanfaatkan infrastruktur yang memadai dan teknologi pertanian yang maju, serta kepastian adanya offtaker yang akan membeli produk pertaniannya dengan harga yang baik.

Kebijakan transformasi ekonomi terdiri atas lima pilar utama. Pertama, yaitu optimalisasi pembangunan infrastruktur. Kedua, penguatan implementasi kebijakan pemerataan ekonomi. Ketiga, minimalisasi ketergantungan terhadap modal asing jangka pendek. Keempat, efisiensi pasar tenaga kerja dan peningkatan kualitas SDM. Terakhir, konfigurasi investasi untuk mendukung pertumbuhan.

Agar kelima pilar berjalan baik, pemerintah memperkuat koordinasi dan dukungan kebijakan dari seluruh sektor di bidang ekonomi, mulai dari kebijakan fiskal, moneter, dan keuangan, serta kebijakan dari kementerian teknis.

“Kelima pilar transformasi ekonomi tersebut perlu dijalankan dengan memperhatikan sinergi dan dukungan dari seluruh sektor maupun stakeholder di bidang ekonomi agar kemudian dapat memberikan dampak yang lebih luas terhadap masyarakat,” ucap Menko Darmin.

Seminar Nasional ini dengan mengangkat tema “Transformasi Ekonomi untuk Indonesia Maju”, seminar ini diharapkan dapat menjadi wadah untuk mendukung kesuksesan upaya Transformasi Ekonomi. (*)


Selengkapnya
Grafis

Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.