Hari Kartini, dan Perjuangan Perempuan Tokopedia

oleh:

TEMPO.CO

Kamis, 18 April 2019 19:31 WIB
Hari Kartini, dan Perjuangan Perempuan Tokopedia

Makna Hari Kartini dari Kisah Perjuangan Perempuan

INFO BISNIS — Kisah menarik tentang perempuan yang meraih pencapaian dan mimpi mereka tak pernah berhenti membuat kagum, terutama saat menyambut Hari Kartini yang diperingati setiap 21 April.

Era perkembangan teknologi telah membuka pintu menuju berbagai macam potensi dan kesempatan untuk mencapai lebih banyak hal, sehingga cerita inspirasi dari perempuan yang telah mewujudkan impian mereka pun semakin banyak, terutama di Tokopedia.

Dalam rangka merayakan Hari Kartini yang akan datang, Tokopedia berbagi empat makna emansipasi perempuan berdasarkan empat cerita inspiratif dari perempuan yang berjuang di Tokopedia. Berikut ini kisah empat perempuan pejuang itu.

Mencoba Hal Baru di Luar Zona Nyaman

Clarissa Jane Amadea, atau yang akrab disapa Icha, mengawali karirnya di Tokopedia pada 2016, saat Nakama (karyawan Tokopedia) masih berjumlah sekitar 800 orang. Berasal dari jurusan akuntansi, kini Icha menjadi Culture & Engagement Specialist di Tokopedia. Ia mengakui bahwa pekerjaannya ini memang melenceng jauh dari jurusan ketika kuliah. “Tapi justru saya belajar banyak dari semua bidang yang pernah saya jalani. Saya suka membantu Nakama dalam pengembangan diri dan organisasinya, maka dari itu saya merasa akhirnya berada di tempat yang sesuai dengan keinginan saya,” kata Icha.

Berawal dari posisi Escrow Internal di Tokopedia, Icha kemudian ditransfer ke bagian Corporate Finance & Investor Relation. Setelah banyak terlibat dalam banyak hal yang berkaitan dengan pengembangan diri Nakama, Icha kemudian kembali ditransfer ke Culture & Engagement Tokopedia. Di divisi tersebut, Icha banyak berperan dalam pelatihan terhadap Nakama yang baru bergabung dengan Tokopedia, hingga menangani semua acara internal Nakama yang bertujuan untuk pengembangan diri dan organisasi Nakama.

Dalam rangka menyambut hari Kartini, Icha bersama dengan tim dari Culture & Engagement mengadakan SHE @Tokopedia dengan mengundang banyak tokoh inspiratif wanita di Indonesia. Acara yang sudah ditunggu-tunggu ini turut menjadi pencapaian Icha sebagai bagian dari Culture & Engagement Tokopedia.

Perjalanan panjang Icha menemukan tempatnya di Tokopedia menjadi inspirasi bagi semua wanita muda yang masih mencari tujuannya dalam bekerja. Kisah Icha berpindah ke banyak divisi menjadi pelajaran bahwa seseorang tidak harus terpaku pada latar belakangnya saat ini, melainkan dapat menjadi apapun yang dimau jika mempunyai passion yang kuat.

Makna Hari Kartini dari Kisah Perjuangan Perempuan

Tak Berhenti Mengejar Mimpi

Sebagai Senior Communication dan Service Culture di Tokopedia, Siska Indah Pratiwi telah melakukan banyak hal, mulai dari merancang matriks komunikasi hingga membuat guideline komunikasi untuk divisi Operations. Dibalik kerja keras dan ketekunan  yang dimilikinya, Siska telah melewati banyak cerita hingga menjadi dirinya saat ini.

Sejak kecil, Siska telah ditempa dengan banyak pengalaman yang  menjadikannya seseorang yang kuat, salah satunya adalah perceraian orangtua Siska. Bukannya meredupkan prestasi yang ia miliki, pengalaman itu justru menguatkan dan memberinya perspektif baru.

Siska menjadi sadar bahwa perempuan dan laki-laki harus sama-sama mandiri dan tidak bergantung secara penuh kepada orang lain. Hal ini ia pelajari dari Ibunya sendiri, sosok yang kuat dan mandiri dalam membesarkannya. “Seorang anak harus terus memperjuangkan mimpinya dan tidak menjadikan masalah keluarga sebagai sebuah alasan untuk menyerah atau melakukan sebaliknya,” kata Siska.

Ia berhasil menjadi lulusan terbaik pada gelar Master yang ia jalani, mewujudkan mimpi Ibunya untuk duduk di bangku VIP, melihat anaknya menerima pendidikan yang baik.

Pada usia 25 tahun, dia terus membuat jejak positif dalam segala hal yang dia lakukan. Selama 7 bulan di Tokopedia, Siska telah memberikan dampak besar dalam membantu Tokopedia mencapai visinya. “Kami ingin Tokopedia tidak hanya dikenal sebagai perusahaan teknologi terbaik di Indonesia, tetapi juga dikenal memiliki pengalaman layanan pelanggan terbaik," kata Siska.

Berkat perjuangan Siska menyelaraskan budaya perusahaan dan SOP, Tokopedia telah menerima 14 nominasi sebagai ‘World Best Customer Experience Award’ dan ‘Contact Center World Award’. Kini tujuannya adalah untuk mempersembahkan penghargaan untuk Tokopedia tahun depan.

“Sama sekali tidak ada yang tidak bisa kita lakukan. Kita jauh lebih kuat dalam banyak hal daripada pria. Secara emosional, mental, dan seringkali fisik,” ujar Siska.

Pemimpin Perempuan yang Tangguh

Sebagai Senior Digital Business Development di Tokopedia, Rininta Syahrir telah menyumbangkan kontribusi besar dalam membentuk platform penggalangan donasi untuk korban bencana tsunami dan gempa bumi di Palu dan Selat Sunda. Rininta dikenal oleh rekan-rekannya sebagai pekerja keras yang mengutamakan kesempurnaan.

Menurutnya, menjadi seorang pemimpin bukanlah menjadi orang dominan dan mengambil alih pekerjaan seseorang ketika mereka tidak termotivasi untuk bekerja. “Namun, pemimpin yang baik mampu mendelegasikan tanggung jawab, dan mendorong seluruh anggota tim untuk bekerja sama menuju tujuan yang sama,” kata Rininta.

Seorang pemimpin, tambahnya, bukanlah yang sekadar memberi jawaban terhadap suatu masalah, tetapi membantu orang lain untuk memahami keadaan serta membimbing mereka agar solusinya ditemukan.

Di Tokopedia, salah satu kontribusi paling berkesan yang diberikan oleh Rininta adalah Donasi Selat Sunda (tokopedia.com/donasi-online/tsunami-anyer/). Dalam waktu kurang dari 48 jam, Rininta beserta timnya membangun layanan penggalangan dana untuk korban tsunami Selat Sunda dengan puluhan saluran pembayaran yang dapat mempercepat dan menyederhanakan proses donasi oleh pengguna. Berkat kegiatan ini, Tokopedia berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp1.338.700.000.

“Kami menghadapi tugas yang paling menantang yaitu membangun layanan penggalangan donasi dalam waktu kurang dari 48 jam, namun kita berhasil melakukannya,” ujar Rininta.

Ia menambahkan bahwa saat ini sudah banyak perempuan yang menjadi pemimpin di berbagai kalangan profesional, terutama di bidang teknologi. “Stereotip dari masyarakat bahwa teknologi didominasi oleh pria itu tidak benar. Perempuan juga bisa mengejar karir di bidang teknologi,” ucapnya.

Berani Bangkit dari Kegagalan

Teknologi dan e-commerce adalah dua hal yang menarik perhatian Chief Operating Officer Tokopedia, Melissa Siska Juminto. Enam tahun yang lalu, Melissa sama sekali tak menyangka bahwa dua hal itu akhirnya membawanya menjadi sosok penting dibalik salah satu perusahaan teknologi di Indonesia seperti Tokopedia.

Perjalanan karir Melissa dimulai selepas mendapatkan gelar Sarjana Akuntansi dari University of Washington di Amerika Serikat. Setelah menghabiskan waktu lama di luar negeri, Melissa memutuskan kembali ke Indonesia karena ibunya terkena stroke.

Keputusannya yang mendadak membuatnya tak memiliki rencana matang saat itu. Akibat berpengalaman tinggal di Amerika cukup lama dan merasakan kemudahan berbelanja dengan memanfaatkan teknologi dan internet, Melissa lantas terpikir untuk membuat startup e-commerce sendiri. Sayangnya, startup yang ia bangun pada tahun 2010 tersebut tidak berjalan seperti yang diharapkan.

“Saat itu infrastruktur Indonesia belum begitu baik. Pengiriman barang menghabiskan waktu hingga 7 hari, bahkan di Jakarta sekalipun. Selain itu, platform online saat itu belum banyak diketahui oleh publik mengingat akses internet yang masih sangat terbatas,” kata Melissa.

Tapi, kegagalannya membangun startup justru membuat Melissa lebih semangat untuk mempelajari industri ini. Suatu hari ia bertemu dengan seorang teman yang bercerita bahwa dirinya baru saja berinvestasi pada sebuah startup e-commerce bernama Tokopedia. Percakapan itu kemudian mengantarkan Melissa untuk berkenalan dengan Tokopedia.

“Bahkan sebelum bergabung, saya bisa merasakan bahwa Tokopedia memiliki pondasi yang kuat. Kita tidak sekedar membangun bisnis, tetapi juga untuk membangun negeri menjadi lebih baik. Tokopedia memiliki tujuan yang kuat dan diterapkan setiap harinya, termasuk dalam menentukan keputusan. Setiap harinya kita selalu berpegang pada misi itu,” kata Melissa.

Melissa adalah orang yang berhasil membangun tim marketing Tokopedia dari nol. Ia sadar, bahwa bekerja di sebuah startup berarti harus siap dengan tantangan dan hal-hal baru. Setelah membanguni tim Marketing dan Business Development, Melissa mulai merekrut para fresh graduate yang memiliki semangat dan kreativitas tinggi. Ia pun berperan layaknya Ibu yang membantu mereka untuk bisa berkembang dan belajar.

“Menjadi perempuan tidaklah mudah, kita harus terus melawan status quo. Apapun yang orang katakan, kita harus pantang menyerah untuk memberikan yang terbaik agar apa yang kita cita-citakan tercapai,” ujar Melissa.

 

Hari Kartini merupakan momen pantas untuk memperingati emansipasi dan perjuangan seluruh perempuan Indonesia. Sebagai komitmen Tokopedia dalam menciptakan peluang bagi seluruh masyarakat untuk mencapai lebih, Tokopedia ikut serta merayakan Hari Kartini melalui diskon spesial hingga 50 persen untuk pembelian koleksi baju anak, yang berlaku sampai 28 April 2019. (*)


Selengkapnya
Grafis

Beda Kerusuhan Mei 2019 dengan Kengerian di Ibu Kota 1998

Kerusuhan di Jakarta pada bulan Mei terjadi lagi, namun kejadian di 2019 berbeda dengan 1998. Simak kengerian di ibu kota pada akhir Orde Baru itu.