Arif Budimanta: Jumlah Penduduk Miskin Berkurang Signifikan di 2018

oleh:

TEMPO.CO

Sabtu, 9 Februari 2019 06:00 WIB
Arif Budimanta: Jumlah Penduduk Miskin Berkurang Signifikan di 2018

Wakil Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Arif Budimanta (Foto: Doc. KEIN)

INFO BISNIS - Pertumbuhan ekonomi 2018 mencapai 5,17 persen atau berada di bawah target yang ditetapkan. Namun, Wakil Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Arif Budimanta melihat, pertumbuhan ekonomi saat itu masih berkualitas karena jumlah penduduk miskin berkurang secara signifikan.

Menurutnya, di tengah tekanan eksternal pertumbuhan bisa mencapai 5,17 persen. “Jadi, kondisi ini merupakan capaian yang cukup baik. Ditambah lagi, pertumbuhan ekonomi sangat berkualitas karena semakin banyak jiwa yang keluar dari garis kemiskinan,” ujarnya, Jumat, 8 Februari 2019.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin pada September 2018 turun menjadi 25,67 juta jiwa dari posisi yang sama pada tahun sebelumnya sebanyak 26,58 juta jiwa. Selain itu, lapangan pekerjaan juga bertambah, tercermin dari jumlah orang yang bekerja pada Agustus 2018 sebanyak 124 juta jiwa, naik dari posisi yang sama pada tahun sebelumnya sebanyak 121 juta jiwa.

Melihat data-data tersebut, kata Arif Budimanta, artinya upaya pemerintah melalui berbagai program yang telah dilakukan untuk menciptakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia membuahkan hasil. Dia menuturkan, pemerintah terus bertekad untuk mengentaskan kemiskinan dengan meningkatkan besaran anggaran perlindungan sosial. “Ini sebagai komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.

Pada 2015, anggaran perlindungan sosial mencapai Rp 249,7 triliun. Alokasi anggaran itu naik sebesar 16,82 persen pada 2018 menjadi Rp 291,7 triliun. Anggaran tersebut disalurkan melalui beragam program, seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Rastra (bantuan pangan non-tunai), Kartu Indonesia Pintar, Kartu Indonesia Sehat, Bantuan Operasional Sekolah dan Kesehatan, serta Kredit Usaha Rakyat.

Selain melalui berbagai program yang berkaitan langsung dengan kemiskinan, salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan daya beli masyarakat adalah, dengan menjaga stabilitas harga pangan. Hal itu ditunjukkan dengan nilai inflasi yang terus terjaga selama empat tahun terakhir. Bahkan, inflasi bahan makanan tahun ke tahun pada Januari 2019 terendah sejak 2014.

“Dapat dibayangkan apabila kebijakan dan komitmen ini terus berlangsung. Berapa banyak jiwa yang bisa terlepas dari kemiskinan, dan ini terus menjadi fokus utama ke depannya. Tentunya dibarengi dengan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas,” kata Arif Budimanta. (*)


Selengkapnya
Grafis

Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.