Kingland Avenue Gelar Seminar Kesehatan Gigi dan Mulut

oleh:

TEMPO.CO

Jumat, 1 Februari 2019 10:37 WIB
Kingland Avenue Gelar Seminar Kesehatan Gigi dan Mulut

Kingland Avenue Gelar Seminar Kesehatan Gigi dan Mulut

INFO BISNIS - PT Hong Kong Kingland atau Kingland Avenue, pengembang properti, bekerja sama dengan Stella Dental Care BSD menggelar seminar kesehatan (health talk) untuk masyarakat umum. Health talk bertemakan “Kesehatan Gigi & Mulut” dihadiri 162 peserta. Sebelumnya, kegiatan serupa juga telah diadakan bersama RS Mayapada.

Sebagai pembicara pada seminar ini adalah drg. Hendrik Hendra, M.Kes Sert.Ort, seorang dokter spesialis khusus gigi yang sudah sangat berpengalaman dan memiliki beberapa klinik gigi di Jakarta & BSD. Dia memberikan edukasi tentang bagaimana cara merawat dan mengetahui kesehatan gigi dan mulut, serta efek bahaya yang dapat ditimbulkan.

Pihak Stella Dental Care juga memberikan pelayanan konsultasi, pengecekan gigi, dan scan 3D untuk gigi secara gratis bagi para peserta.

General Manager Kingland Avenue, Karsan Feng, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari kepedulian Kingland Avenue terhadap kesehatan, terlebih terhadap gigi dan mulut. “Harapan kami agar peserta dapat lebih peduli terhadap kesehatan dan selalu dalam kondisi sehat,” ujarnya.

Saat ini Kingland Avenue merupakan pengembang kawasan berkonsep 5 in 1 dengan luas 2,2 hektare yang terdiri dari lima tower.  Kingland Avenue sangat memudahkan penghuni dari segala aspek. Lokasinya menempel dengan Alam Sutera dan hanya lima menit menuju ruas tol Jakarta Merak, dan bisa diakses melalui pintu tol Tangerang dan juga pintu tol Kunciran atau Alam Sutera. Sedangkan untuk menuju pintu tol Serpong (JORR) waktu tempuhnya hanya 15 menit. Bukan hanya dari segi transportasi, Kingland Avenue juga dikelilingi pusat perbelanjaan dan pendidikan terbaik yang berada di Tangerang. (*)




Selengkapnya
Grafis

Raoul Follereau Mengusung Kepedulian Terhadap Penderita Kusta

Raoul Follereau mengusulkan kepedulian terhadap kusta. Perjuangannya itu akhirnya diakui pada 25 Januari 1954 dan ditetapkan sebagai Hari Kusta.