Bukalapak Dorong Pelaku Usaha Kecil di Bangka Belitung untuk Go Digital

oleh:

TEMPO.CO

Jumat, 18 Januari 2019 14:49 WIB
Bukalapak Dorong Pelaku Usaha Kecil di Bangka Belitung untuk Go Digital

Co-Founder and President Bukalapak Fajrin Rasyid (berbaju hitam) dan Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman (berbatik warna emas), berfoto bersama usai menandatangani kesepakan kerjasama untuk mewujudkan Digital Province di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

INFO BISNIS – Bukalapak bersama Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sepakat mengadakan kerja sama untuk mengembangkan potensi usaha mikro, kecil dan menengah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Bertempat di Kantor Bupati Belitung Timur, Co-Founder and President Bukalapak Fajrin Rasyid dan Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman telah menandatangani surat kesepakatan kerja sama tersebut, pada 17 Januari 2019.

Menurut Fajrin, Bukalapak terus berkomitmen untuk mengembangkan potensi dari usaha mikro, kecil dan menengah yang ada di Indonesia untuk semakin berkembang bersama Bukalapak. “Kali ini bersama Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kami berharap dapat menaik-kelaskan para pelaku usaha dan penetrasi digital di kalangan masyarakat Kepulauan Bangka Belitung akan semakin menyeluruh. Di samping itu, kami juga akan mewujudkan Digital Province dalam berbagai aspek di pemerintahan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,” kata Fajrin.

Saat ini di Kepulauan Bangka Belitung terdapat lebih dari 200 ribu pelaku usaha mikro, kecil dan menengah. Enam ribu diantaranya telah bergabung menjadi pelapak di Bukalapak. Sementara itu, sebanyak ratusan pengusaha warung tradisional telah mendaftarkan warung mereka menjadi bagian dari Mitra Bukalapak. Jumlah pelapak dan Mitra Bukalapak ini akan terus ditingkatkan dengan melakukan edukasi kepada para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah. Berbagai manfaat menjalankan bisnis secara online akan dibagikan melalui kegiatan pendampingan yang akan dilakukan oleh Bukalapak.

Fajrin menjelaskan, para pelapak di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini diharapkan dapat menjadi penggerak perekonomian daerah setempat sekaligus memperkenalkan produk komoditas unggulan daerah seperti lada putih kepada masyarakat Indonesia lebih meluas. Bukalapak mengambil peran pada kesempatan ini dengan menjadi fasilitator dalam pembinaan usaha mikro, kecil dan menengah. Komunitas Bukalapak yang saat ini juga telah hadir di Kepulauan Bangka Belitung, juga dapat dimanfaatkan oleh para pelapak untuk berinteraksi dan berdiskusi bagaimana meningkatkan kapasitas diri mereka dalam berbisnis di Bukalapak.

Ia menambahkan bahwa Bukalapak akan memfasilitasi para pelaku usaha dengan mengadakan berbagai kegiatan yang akan menambah kapasitas mereka dalam mengoptimalkan dalam memasarkan barang jualan mereka secara online di Bukalapak. Bukalapak juga akan melakukan pendampingan kepada para pelaku usaha melalui pelatihan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan mereka. Ke depan, Bukalapak akan menyediakan pula halaman khusus untuk pelapak di Kepulauan Bangka Belitung pada situs Bukalapak.

“Kami sangat terbuka untuk berbagai kesempatan kerja sama dengan pemerintah provinsi dari seluruh Indonesia. Hal ini kami lakukan dengan tujuan agar dapat menaik kelaskan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah untuk lebih optimal dalam berbisnis secara online. Dengan demikian masyarakat Indonesia yang berbasis digital akan segera terwujud”, ucap Fajrin. (*)


Selengkapnya
Grafis

Raoul Follereau Mengusung Kepedulian Terhadap Penderita Kusta

Raoul Follereau mengusulkan kepedulian terhadap kusta. Perjuangannya itu akhirnya diakui pada 25 Januari 1954 dan ditetapkan sebagai Hari Kusta.