PTPN Optimalkan Terminal Multipurpose Kuala Tanjung

oleh:

Tempo.co

Rabu, 12 Januari 2022 11:40 WIB
PTPN Optimalkan Terminal Multipurpose Kuala Tanjung

INFO BISNIS–PT Perkebunan Nusantara III (Persero) bersinergi dengan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo dan PT Kereta Api Indonesia (KAI)  melakukan optimalisasi pemanfaatan fasilitas di Terminal Multipurpose Kuala Tanjung, Sumatera Utara dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei. 

Kerjasama ditandai dengan penandatanganan MoU kerjasama pada Sabtu 8 Januari 2022, oleh Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) Abdul Ghani, Direktur Strategi Pelindo Prasetyo, dan Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo serta disaksikan langsung oleh Menteri BUMN Erick Thohir di Kantor PT Prima Multi Terminal, Kuala Tanjung, Sumatera Utara.

Menteri BUMN, Erick Thohir menjelaskan Kuala Tanjung adalah pelabuhan terbaik dan merupakan potensi yang luar biasa tetapi belum dimaksimalkan dengan baik. “Kami mendorong kerjasama antara PTPN,Pelindo dan KAI membangun bagaimana kereta barang langsung tembus dari KEK Sei Mangkei ke Kuala Tanjung dan membuat lebih besar lagi serta menjadi bagian lapangan kerja yang sangat maksimal untuk warga Sumatera Utara,” ujarnya.

Ruang lingkup kerjasama ini adalah optimalisasi pemanfaatan fasilitas pelabuhan dan sinkronisasi rencana pengembangan jalur kereta api dengan klaster industri. Langkah ini diharapkan dapat menjadikan terminal multipurpose Kuala Tanjung sebagai pelabuhan muat dan atau pelabuhan tujuan dalam distribusi logistik, bahan baku, hasil produksi KEK Sei Mangkei dan hasil perkebunan PTPN Group dengan mengoptimalkan penggunaan kereta api milik KAI.

Direktur Utama Holding PTPTN III (Persero), Abdul Ghani menambahkan PTPN Group akan mendukung penuh pemanfaatan integrasi tersebut untuk meningkatkan produktivitas. “Kami akan ptimal memanfaatkan kerjasama ini untuk pendistribusian komoditas, logistik dan bahan baku dengan pengoptimalan penggunaan kereta api serta menjadikan Pelabuhan Kuala Tanjung sebagai pelabuhan muat atau pelabuhan tujuan dan  meraih potensi market di Selat Malaka,” katanya. (*)


 

Selengkapnya
Grafis

RUU IKN: Ibu Kota Negara Baru Dinamai Nusantara

Dengan UU IKN, pembangunan akan dilakukan secara bertahap. Ada tiga kementrian dan lebih dari dua ribu PNS yang akan dipindahkan pada tahap awal.