MG Manfaatkan Internet of Things Jawab Kebutuhan

oleh:

Tempo.co

Rabu, 4 Agustus 2021 18:57 WIB
MG Manfaatkan Internet of Things Jawab Kebutuhan

INFO BISNIS–Dengan berkembangnya internet dan teknologi, muncul istilah Internet of Things (IoT) yang mengacu pada berbagai perangkat fisik yang terhubung ke internet. Berdasarkan data Statista, jumlah perangkat Internet of Things (IoT) di seluruh dunia pada 2030 diperkirakan akan meningkat hampir tiga kali lipat dari 2020 menjadi lebih dari 25,4 miliar perangkat IoT. Industri otomotif disebut sebagai salah satu pasar dengan pertumbuhan tercepat untuk perangkat berbasis IoT.  

Perkembangan teknologi berbasis IoT tidak luput dari perhatian Morris Garage atau MG yang sejak beberapa tahun belakangan terus fokus berinovasi mengandalkan perkembangan teknologi pada portofolio globalnya. MG baru-baru ini menghadirkan MG Marvel R Electric, SUV elektrik dengan desainnya yang memukau dan memiliki banyak fitur canggih, termasuk sistem bantu mengemudi MG Pilot ADAS dan sistem konektivitas MG i-SMART baru dengan layar sentuh berukuran 19,4 inci.

Dengan internet di dalamnya, teknologi MG i-SMART di mobil-mobil MG, termasuk Marvel R Electric ini, menjanjikan pengalaman berkendara yang aman dan menyenangkan. Di sisi lain, MG pun terus mengembangkan rencana produknya dengan menyematkan teknologi canggih melalui mobil konsep. Yang teranyar, MG Cyberster, memanfaatkan teknologi IoT dan sukses menghadirkan konektivitas 5G di dalam kabinnya sehingga para pengendara dapat menikmati gaming dan konektivitas berbasis internet lainnya dengan lebih lancar.

Inovasi global ini pun telah dibawa MG ke Indonesia. Masyarakat kini dapat menikmati pengalaman berkendara bersama mobil pintar dengan teknologi berkendara otonom, MG HS i-SMART. MG HS i-SMART adalah salah satu contoh terbaik bagaimana rutinitas berkendara setiap hari dapat lebih mudah dan menyenangkan dengan pemanfaatan teknologi IoT yang memungkinkan para pemilik MG HS i-SMART selalu terhubung dengan kendaraannya tanpa hambatan jarak dan waktu. (*)


 

 

Selengkapnya
Grafis

PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.