KemenkopUKM Dorong Potensi UMKM Lokal

oleh:

TEMPO.CO

Selasa, 15 September 2020 17:21 WIB
KemenkopUKM Dorong Potensi UMKM Lokal

Staf Khusus MenkopUKM bidang pemberdayaan ekonomi kreatif, Fiki Satari. Dalam temu Komunitas Kreatif Muda Labuan Baju di Cafe Bacarita, Nusa Tenggara Timur, Senin (14/9/2020).

INFO BISNIS- Mayoritas pelaku usaha di Indonesia, lebih dari 99,6 persennya adalah pelaku usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Namun demikian, dari 64 juta pelaku UMKM, mereka memiliki kontribusi relatif kecil terhadap perekonomian Indonesia. Hal tersebut dikarenakan tidak mengandalkan keunggulan lokal yang dimiliki.
Untuk itu, Kementerian Koperasi dan UKM mendorong potensi lokal dioptimalkan, agar tidak menjadi "tamu di daerah sendiri". Staf Khusus MenkopUKM bidang pemberdayaan ekonomi kreatif, Fiki Satari mengharapkan, UMKM mengambil peranan untuk bangkit dan memanfaatkan peluang tersebut.
“Spiritnya, UMKM harus jadi tuan rumah di daerahnya sendiri. Sudah banyak daerah yang berhasil," kata Staf Khusus MenkopUKM bidang pemberdayaan ekonomi kreatif, Fiki Satari, dalam temu Komunitas Kreatif Muda Labuan Baju di Cafe Bacarita, Nusa Tenggara Timur, Senin (14/9). Turut hadir Deputi Bidang Pengembangan SDM KemenkopUKM Arif Rahman Hakim, Koordinator Wilayah ICCN NTT Herman Umbu Billy, dan komunitas kreatif muda Labuan Bajo.
Menurut Fiki, agar dapat menguasai perekonomian, UMKM harus masuk ke supply chain sektor industri, dengan mengandalkan produk lokal yang unggul. Selain itu, diperlukan penguatan ekosistem melalui koperasi untuk bisa membina UMKM yang dikategorikan kecil menjadi “local hero” di setiap daerah.
"Yang terjadi saat ini, banyak di wilayah strategis pemasaran; termasuk di platform online yang penjualannya sedang meningkat, dikuasai oleh reseller produk impor dan pengusaha besar," ujarnya.(*)


 

Selengkapnya
Grafis

Febri Diansyah dan Jumlah Mereka yang Pamit dari KPK 5 Tahun Terakhir

Mantan Kepala Biro Humas KPK, Febri Diansyah, menyatakan telah mengajukan surat pengunduran diri. Selama 5 tahun terakhir, berapa pegawai yang pamit?