Pos Indonesia dan KSP Nusantara Integrasikan Pelayanan Pensiun

oleh:

TEMPO.CO

Kamis, 30 Juli 2020 11:55 WIB
Pos Indonesia dan KSP Nusantara Integrasikan Pelayanan Pensiun

PT Pos Indonesia (Persero) dan KSP Nusantara resmi meluncurkan KOPNUSPOS. Penandatanganan Kerjasama Operasi (Joint Operation) dilakukan hari ini (29/07/2020).

INFO BISNIS -- PT Pos Indonesia (Persero) dan KSP Nusantara resmi meluncurkan KOPNUSPOS. Penandatanganan Kerjasama Operasi (Joint Operation) dilakukan para Rabu, 29 Juli 2020 di Gedung Pos Indonesia Jakarta.

Penandatangan dilakukan oleh Direktur Jaringan dan Layanan Keuangan PT Pos Indonesia (Persero) Ihwan Sutardiyanta dengan Ketua Pengurus KSP (koperasi simpan pinjam) Nusantara Dedi Damhudi dan Ketua Pengawas KSP Nusantara Joshua Rahmat. Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero) Gilarsi W Setijono dan Pengawas KSP Nusantara Sukriansyah Latief turut menyaksikan.

Potensi pasar pensiun TASPEN dan ASABRI serta ASN  sangat besar. Pensiunan TASPEN dan ASABRI mencapai 3,1 juta orang dan ASN aktif sebanyak 4,3 juta orang. “Kita targetkan 1 juta pensiun hingga 2025” ujar Ihwan Sutardiyanta. Untuk mencapai target tersebut, berbagai inisiatif strategis sudah disiapkan diantaranya pengembangan produk, layanan digital, dan penjualan non organik.

Salah satu program usaha KOPNUSPOS yaitu “Usaha Pensiun Bersama KOPNUSPOS“ dapat melahirkan pensiunan yang mandiri, kreatif dan berdaya saing. Ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang dapat berkontribusi meningkatkan produktivitas para pensiunan.

Melalui program Usaha Pensiun Bersama KOPNUSPOS, para calon pensiunan akan diberikan pelatihan-pelatihan dan pendampingan wirausaha di bidang pertanian, perdagangan, perikanan dan bidang jasa seperti Agenpos, dan jasa lainnya. “Program usaha KOPNUSPOS ini akan memberikan bantuan kredit sehingga para calon pensiunan PNS, TNI, POLRI produktif,“ ujar Dedi Damhudi.  

Preferensi pensiunan untuk memilih tempat bayar di kantor pos masih tinggi karena lokasi PT. Pos Indonesia yang tersebar dan sudah familiar bagi mereka. Layanan maksimal diberikan untuk pensiunan dan ASN yang akan purna bhakti dengan menyediakan pembayaran yang modern, fasilitas kredit dengan bunga yang kompetitif serta  memandirikan pensiunan.(*)


Selengkapnya
Grafis

Bandingkan Ledakan di Beirut dengan Bom Atom Hiroshima Nagasaki

Pemerintah Lebanon meyakini ledakan di Beirut disebabkan 2.750 ton amonium nitrat. Banyak orang membandingkannya dengan bon atom Hiroshima Nagasaki.