Jaringan Hotel PP Hospitality Dibuka Kembali

oleh:

TEMPO.CO

Rabu, 29 Juli 2020 17:36 WIB
Jaringan Hotel PP Hospitality Dibuka Kembali

Jaringan Group Hotel yang dikelola PP Hospitality by PT PP Properti Tbk telah Dibuka Kembali Dengan Protokol "New normal"

INFO BISNIS -- Seiring kebijakan pemerintah yang secara bertahap melonggarkan aturan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) dan memasuki masa transisi saat ini diterapkan guna mencegah penyebaran Virus Covid-19. Banyak bidang usaha yang telah mempersiapkan untuk menghadapi era baru atau yang disebut sebagai “New Normal. Kebiasaan baru dan Prosedur Standar Operational (SOP) baru pun akan diterapkan di setiap lini bisnis agar bisnis dapat berjalan dengan aman dan nyaman baik bagi para pelanggan dan karyawan.

Jaringan Hotel yang dimiliki PP Hospitality by PT PP Properti Tbk pun telah membuka kembali unit-unit hotelnya yang ditutup sementara semenjak wabah Covid-19 melanda Indonesia pada Maret 2020 lalu. Empat unit hotel telah dibuka kembali sejak 1 Juli 2020 dan satu hotel di Balikpapan akan beroperasi pada Oktober 2020. “Kami membuka hotel dengan menerapkan SOP baru. Untuk tamu, kami mengukur suhu tubuh dan mewajibkan mereka  menggunakan hand sanitizer sebelum memasuki lobby,” ujasr Sinurlinda Gustina selaku Director of Comercial & Hospitality PT PP Properti Tbk.

Karyawan jaringan Hotel di bawah PT. PP Properti Tbk juga menerapkan standar protokol baru sebelum melakukan kontak dengan tamu. Sebelum masuk hotel, karyawan akan dicek suhu tubuhnya. Lalu mereka diwajibkan untuk mandi setibanya di hotel dan usai  bekerja. “Kami juga mewajibkan karyawan yang berhubungan langsung dengan tamu seperti Front Office, FB Service dan Housekeeping untuk menggunakan APD berupa sarung tangan, masker serta face shield setiap saat.” kata Sinurlinda.

Untuk fasilitas yang digunakan bersama seperti kolam renang dan gym untuk sementara tidak dapat digunakan sampai ada ketentuan pemerintah berikutnya. Satu bulan kedepan uji coba SOP New Normal ini dijalankan.(*)


Selengkapnya
Grafis

Bandingkan Ledakan di Beirut dengan Bom Atom Hiroshima Nagasaki

Pemerintah Lebanon meyakini ledakan di Beirut disebabkan 2.750 ton amonium nitrat. Banyak orang membandingkannya dengan bon atom Hiroshima Nagasaki.