Broadway Group Ajak Pengusaha Milenial Majukan Ekonomi Digital

oleh:

TEMPO.CO

Jumat, 10 Juli 2020 15:40 WIB
Broadway Group Ajak Pengusaha Milenial Majukan Ekonomi Digital

Vinnie Kinetica Rumbayan, CEO dari Broadway Group Jakarta.

INFO BISNIS-- Wabah virus corona telah menciptakan tantangan bisnis tersendiri bagi pengusaha bisnis kuliner, tak terkecuali Broadway Group, sebuah grup usaha yang bergerak di bidang bisnis leisure, food and beverage, sejak tahun 2010.

Selama kebijakan PSBB berlaku, Broadway Group telah menutup sementara Ms.Jackson dan Lei Lo, restoran dan cafe milik mereka. Bahkan setelah memasuki masa transisi, keputusan untuk tetap menutup usaha masih tetap dijalankan. 

“Kami belum berencana membuka Ms. Jackson hingga sebulan ke depan. Kami sadar, usaha kuliner konvensional paling merasakan dampak ekonomi dari pandemi ini. Era normal baru ini menjadi momentum yang tepat bagi kami untuk membangkitkan semangat tersebut dengan melakukan gebrakan bisnis baru,” kata Vinnie Kinetica Rumbayan, CEO dari Broadway Group Jakarta.

Broadway Group menginisiasi sebuah diskusi untuk membentuk sebuah aktivitas atau gerakan. Pada Sabtu, (20/6) lalu, Broadway Group mengadakan private gathering di Ms.Jackson, mengangkat tema diskusi “Breaking The New Normal, Millennials Navigates”.

Acara ini diharapkan mampu mendorong dan mengimbau seluruh milenial, khususnya yang memiliki usaha/bisnis di bidang digital, agar mengambil kemudi untuk memajukan ekonomi digital di era normal baru. Beberapa influencer dan pengusaha muda seperti Karin Novilda hadir dan turut mendukung kegiatan ini.

“Kebangkitan Indonesia pasca dihantam gelombang pandemi tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah. Masyarakat juga dapat berpartisipasi dengan saling membantu untuk sama-sama bangkit dari keterpurukan,” tutur Karin Novilda. (*)

 


 

Selengkapnya
Grafis

Febri Diansyah dan Jumlah Mereka yang Pamit dari KPK 5 Tahun Terakhir

Mantan Kepala Biro Humas KPK, Febri Diansyah, menyatakan telah mengajukan surat pengunduran diri. Selama 5 tahun terakhir, berapa pegawai yang pamit?