Ajaib Group Resmikan Layanan Perdagangan Saham Online

oleh:

TEMPO.CO

Selasa, 30 Juni 2020 15:06 WIB
Ajaib Group Resmikan Layanan Perdagangan Saham Online

Ajaib Group, resmikan layanan perdagangan saham online.

INFO BISNIS — Ajaib Group mengumumkan peluncuran layanan perdagangan saham online, pada Rabu, 24 Juni 2020. Mempertahankan standar keamanan dan privasi kelas dunia dari PT Ajaib Sekuritas Asia (“Ajaib Sekuritas”), ini adalah layanan investasi online kedua dan terbaru dari Ajaib Group.

“IHSG hari ini dibuka di titik 4879,13, menguat hampir 24 persen dari titik terendahnya Maret lalu. Banyak faktor yang disinyalir dapat memperkuat gerak ini, baik dari segi penguatan rupiah, masuknya dana asing, hingga skenario new normal dan vaksin Covid-19. Kami percaya bahwa tren kenaikan ini akan terus berlangsung, dan sekarang jadi momen yang tepat bagi siapa pun untuk mendapatkan keuntungan dari investasi saham,” ujar Anderson Sumarli, CEO Ajaib Group.

Berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), jumlah investor pasar modal hingga 27 Desember 2019 sudah mencapai 2,4 juta orang. Angka ini meningkat tajam (lebih dari 300 persen) dibandingkan 2016 silam, yang mencatatkan 535.994 investor pasar modal.

“Kendati demikian, teman-teman milenial menyatakan kalau mereka belum pernah membeli saham karena investasi saham membutuhkan modal besar, hingga ke anggapan bahwa investasi saham sulit untuk dipelajari. Padahal, sudah banyak juga yang menyadari bahwa saham Indonesia merupakan salah satu instrumen investasi dengan potensi pertumbuhan tinggi,” kata Anderson.

Oleh karena itu, sebagai bentuk dedikasi Ajaib untuk membantu investor milenial, Ajaib mengunggulkan fitur-fitur pendukung untuk membantu penggunanya berinvestasi lebih baik dan lebih cerdas. Sebut saja fitur notifikasi Ajaib Alert, Competitive Ranking, dan News Highlight. (*)


Selengkapnya
Grafis

Ekspor Benih Lobster, dari Susi Pudjiastuti hingga Edhy Prabowo

Kronologi ekspor benih lobster dibuka kembali oleh Edhy Prabowo melalui peraturan menteri yang mencabut larangan yang dibuat Susi Pudjiastuti.