Survei Epson: 72 Persen UKM Indonesia Gunakan Tekonologi Digital untuk Fungsi Front Office

oleh:

TEMPO.CO

Selasa, 24 Maret 2020 15:45 WIB
Survei Epson: 72 Persen UKM Indonesia Gunakan Tekonologi Digital untuk Fungsi Front Office

T.eknologi digital untuk fungsi front office dari Epson.

INFO BISNIS — Menurut survei baru yang ditugaskan oleh penyedia solusi pencetakan terkemuka Epson, hampir empat dari lima (78 persen) usaha kecil dan menengah di Indonesia melaporkan bahwa mereka telah memulai perjalanan transformasi digital. Sentimen ini sesuai dengan apa yang ditunjukkan oleh UKM di negara-negara ASEAN (Association of Southeast Asian Nations) lainnya. Di seluruh wilayah, lebih dari setengah responden (55 persen) melaporkan berada pada tahap awal transformasi digital.

Survei terhadap 864 pembuat keputusan UKM di enam negara ASEAN terbesar berdasarkan PDB mencakup 154 responden dari Indonesia. Survei ini mendapatkan perspektif responden tentang adopsi teknologi, tahap kematangan upaya transformasi digital dan tantangan yang dihadapi bisnis ini dalam sebuah laporan yang berjudul "UKM Berupaya Dalam Transformasi Digital di Tengah-tengah Rintangan"

Berdasarkan temuan survei, upaya digital di seluruh proses bisnis telah difokuskan pada operasi front office seperti pemasaran dan penjualan, serta interaksi dan layanan pelanggan. Pada 72 persen UKM Indonesia yang menggunakan teknologi di front office, ini adalah yang tertinggi di kawasan ini. Interaksi dan layanan pelanggan juga mendapat skor tinggi sebesar 53 persen.

Selain itu, lebih dari setengah (56 persen) dari UKM Indonesia melaporkan bahwa mereka dapat mengambil keputusan berdasarkan informasi yang tersedia secara real time, dan melacak apa yang terjadi di seluruh bagian secara real time.

Survei juga menyimpulkan bahwa satu dari dua (50 persen) produsen Indonesia melihat robot sebagai hal yang vital untuk pertumbuhan dan daya saing di masa depan. Mereka mengakui nilai eksplosif dari otomatisasi dan teknologi di bidang manufaktur, tetapi kurangnya pendidikan yang sedang berlangsung, dukungan pemerintah, ekosistem teknologi dan pendanaan dianggap sebagai masalah utama yang menghambat adopsi teknologi yang meluas di sektor manufaktur/ produksi UKM. (*)


Selengkapnya
Grafis

APBN 2020 Defisit 853 Triliun Rupiah Akibat Wabah Virus Corona

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memprediksikan defisit pada APBN 2020 hingga Rp853 triliun atau 5,07 persen dari PDB akibat wabah virus corona.