Harga Minyak Turun Akibat Corona, Bambang Haryo: B30 Tak Relevan

oleh:

TEMPO.CO

Jumat, 20 Maret 2020 22:13 WIB
Harga Minyak Turun Akibat Corona, Bambang Haryo: B30 Tak Relevan

Bambang Haryo Soekartono (dua dari kiri) saat menyapa petugas kesehatan di pelabuhan laut Yos Sudarso, Ambon.

INFO BISNIS — Pemerintah diminta segera menyesuaikan harga BBM, baik subsidi maupun nonsubsidi, menyusul penurunan harga minyak dunia untuk membantu sektor riil menghadapi krisis ekonomi akibat dampak virus corona (Covid-19).

Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Jawa Timur, Bambang Haryo Soekartono, menegaskan harga energi khususnya bahan bakar minyak harus segera disesuaikan dan ditetapkan secara transparan.

“Selama ini biaya logistik Indonesia tinggi, salah satu penyebab adalah tidak ada transparansi harga BBM. Akibatnya, biaya produksi meningkat dan harga barang menjadi lebih mahal,” katanya, Jumat, 20 Maret 2020.

Dia juga mendesak pemerintah tidak memaksakan lagi penggunaan biosolar B30 dengan dalih untuk menurunkan biaya impor yang signifikan, apalagi ketika harga BBM lebih murah. Selain tidak signifikan memangkas impor migas, B30 justru dapat menghambat logistik dan membahayakan keselamatan transportasi.

Dia mengingatkan Presiden Joko Widodo agar mengecek kembali informasi yang disampaikan para pembantunya bahwa B30 bisa mengurangi impor secara signifikan dan menghemat devisa hingga Rp 63 triliun.

Ketua Dewan Pembina Gapasdap (Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan) ini menolak mandatory B30 untuk sektor transportasi.

"Apabila tetap dipaksakan, akan terjadi kerusakan alat transportasi secara massal sehingga angkutan publik dan logistik lumpuh serta marak kecelakaan. Ekonomi nasional pun semakin terpuruk," kata Bambang. (*)


Selengkapnya
Grafis

APBN 2020 Defisit 853 Triliun Rupiah Akibat Wabah Virus Corona

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memprediksikan defisit pada APBN 2020 hingga Rp853 triliun atau 5,07 persen dari PDB akibat wabah virus corona.