Dexa Award Science Scholarship 2020: Beasiswa untuk Bangsa

oleh:

TEMPO.CO

Selasa, 25 Februari 2020 20:34 WIB
Dexa Award Science Scholarship 2020: Beasiswa untuk Bangsa

Dexa Award Science Scholarship 2020

INFO BISNIS — Indonesia membutuhkan banyak peneliti yang memiliki kemauan dan kemampuan untuk meneliti dan mengembangkan biodiversitas alam sebagai bahan baku produk Obat Modern Asli Indonesia (OMAI). Hal ini seiring dengan rendahnya pemanfaatan bahan baku alam Indonesia sebagai produk farmasi yang bernilai ekonomis tinggi dan berdaya saing secara global.

Kekayaan alam Indonesia yang begitu besar tidak diimbangi dengan pemanfaatannya sebagai bahan baku farmasi. Justru 90 persen bahan baku obat di Indonesia diimpor, 60 persen dari negara Cina, sisanya dari negara-negara lain di Eropa dan India.

Menurut Executive Director Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences, Dr. Raymond Tjandrawinata, pemanfaatan bahan alam sebagai pengobatan tradisional memang telah dilakukan sejak zaman nenek moyang. “Namun, bahan alam yang diproduksi menjadi obat-obatan tradisional kurang memiliki daya saing produk secara nasional, terutama untuk produk-produk yang menyasar pasar ekspor,” katanya.

Karenanya, melalui Dexa Award Science Scholarship (DASS) ini, para peneliti dapat memanfaatkan kesempatan untuk mengembangkan pemanfaatan bahan baku alam menjadi produk obat-obatan bernilai tinggi, OMAI.

Leader Dharma Dexa, Gloria Haslim, mengatakan Melalui DASS 2020, Dexa Group menantang para saintis yang memiliki minat besar dalam mengembangkan sektor kesehatan di Indonesia. “Salah satunya adalah mengembangkan pemanfaatan bahan baku alam sebagai produk farmasi, yang saat ini menjadi isu besar dalam dunia farmasi dan kesehatan, serta menjadi inovasi penting untuk melepaskan Indonesia dari ketergantungan bahan baku impor farmasi.” (*)


Selengkapnya
Grafis

APBN 2020 Defisit 853 Triliun Rupiah Akibat Wabah Virus Corona

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memprediksikan defisit pada APBN 2020 hingga Rp853 triliun atau 5,07 persen dari PDB akibat wabah virus corona.