Jawaban Atas Masalah Kesehatan Sendi Masa Depan

oleh:

Tempo.co

Selasa, 31 Desember 2019 11:04 WIB
Jawaban Atas Masalah Kesehatan Sendi Masa Depan

Yusitu, suplemen dengan bahan aktif utama UC-II untuk memelihara kesehatan tulang dan sendi dengan kandungan lengkap.

INFO BISNIS — Sendi merupakan bagian tubuh yang menopang tubuh kita dalam melakukan aktivitas sehari-hari, terutama sendi lutut. Sebagian besar aktivitas yang kita lakukan setiap harinya ditopang oleh kaki kita, di mana sendi lutut berperan penting di dalamnya. 

Venni Carolina, Head Of Medical Imedco, mengatakan sakit sendi dapat menyerang siapa pun, baik pria maupun wanita. Bukan hanya orang yang sudah berusia lanjut, namun anak muda yang aktif. “Berdasarkan data WHO, sebanyak 50 juta orang-orang dewasa terkena radang sendi. Sebanyak 300 ribu bayi dan anak terkena radang sendi. Sebanyak 67 juta orang di dunia diperkirakan akan terkena radang sendi pada 2030," kata Venni Carolina, Head Of Medical Imedco di Jakarta, Senin, 30 Desember 2019.

Berdasarkan data dari RISKESDAS 2018, prevalensi penyakit sendi di Indonesia tercatat sekitar 7,3 persen, dan osteoarthritis (OA) atau radang sendi merupakan penyakit sendi yang paling umum terjadi. Meski dikenal sebagai penyakit degeneratif, penyakit sendi telah terjadi pada masyarakat di rentang usia 15-24 tahun (angka prevalensi sekitar 1,3 persen), angka prevalensi terus meningkat pada rentang usia 24-35 tahun (3,1 persen) dan rentang usia 35-44 tahun (6,39 persen). Penyakit sendi tidak bisa dianggap sepele, karena efeknya bisa sangat parah. Bukan saja mengganggu kualitas hidup dan menurunkan produktivitas kerja, namun bisa memicu depresi hingga kematian.

Saat ini telah hadir Yusitu, suplemen dengan bahan aktif utama UC-II® untuk memelihara kesehatan tulang dan sendi dengan kandungan paling lengkap. Yusitu aman dikonsumsi setiap hari termasuk penderita diabetes karena tidak mengandung gula dan tidak menimbulkan efek samping karena terbuat dari bahan-bahan alami. (*)


 

Selengkapnya
Grafis

RUU IKN: Ibu Kota Negara Baru Dinamai Nusantara

Dengan UU IKN, pembangunan akan dilakukan secara bertahap. Ada tiga kementrian dan lebih dari dua ribu PNS yang akan dipindahkan pada tahap awal.