Asep Ferry Bastian Jadi Doktor Termuda di UNIS Tangerang

oleh:

TEMPO.CO

Rabu, 11 September 2019 10:24 WIB
Asep Ferry Bastian Jadi Doktor Termuda di UNIS Tangerang

Dosen Universitas Islam Syekh Yusuf (Unis) Tangerang Asep Ferry Bastian 42 tahun berhasil menjadi doktor pria termuda di Universitas tersebut setelah mengambil penelitian Pilgub Banten.

INFO BISNIS — Dosen Universitas Islam Syekh Yusuf (Unis) Tangerang, Asep Ferry Bastian (42 tahun), berhasil menjadi doktor pria termuda di Universitas tersebut setelah mengambil penelitian Pilgub Banten.

Gelar diraih Asep setelah berhasil mempertahankan penelitian disertasi bidang ilmu manajemen di Universitas Brawijaya Kota Malang pada Kamis, 5 September 2019.

Dalam sidang terbuka Ujian Akhir Disertasi (UAD), Asep Ferry Bastian turut diuji oleh penguji eksternal, yakni Prof. Firmanzah, yang merupakan mantan staf khusus presiden SBY, Guru Besar UI dan Rektor Universitas Paramadina. Kemudian juga Prof Ahmad Erani Yustika, Guru besar Universitas Brawijaya sekaligus staf Khusus Presiden Joko Widodo.

Sidang terbuka yang mengambil judul marketing mix politik terhadap keputusan pemilih kepala daerah melalui persepsi nilai dan positioning sebagai variabel intervening turut disaksikan oleh Wali Kota Tangerang Arief R.Wismansyah, Rektor Unis Prof Mustafa Kamil, dan Pembina yayasan Unis Hudaya Latuconsina.

Asep Ferry Bastian mengatakan, penelitian dengan studi pemilihan Gubernur Banten dan Wakil Gubernur Banten tahun 2017 itu bertujuan menguji dan membuktikan secara empiris pengaruh marketing mix politik terhadap keputusan memilih kepala daerah melalui persepsi nilai dan positioning sebagai variabel intervening.

"Secara teoritis hasil penelitian ini diharapkan dapat memperkaya dan melengkapi khazanah ilmu pengetahuan di bidang manajemen terutama teori political marketing, Sehingga dapat bermanfaat bagi akademisi dan praktisi," ujarnya.

Penelitian berlokasi di Provinsi Banten dengan populasi penduduk yang memiliki hak suara dan tercatat di Daftar Pemilih Tetap (DPT) tahun 2017 sebanyak 7.734.485 orang dengan sampel sebanyak 664 orang.

Pengambilan sampel menggunakan metode probability sampling dengan teknik cluster sampling. Pengumpulan data diperoleh melalui kuesioner. "Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan alat analisis SEM (Struktural Equation Modeling) dan dengan bantuan program WarpPLS 6.0," katanya. (*)


Selengkapnya
Grafis

Kepolisian Menetapkan Empat Perusahaan Tersangka Kasus Karhutla

Kepolisian sudah menetapkan 185 orang dan empat perusahaan sebagai tersangka karena diduga terlibat peristiwa kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.