Melandas Perkenalkan Furnitur Cattelan Italia di Indonesia

oleh:

TEMPO.CO

Selasa, 10 September 2019 20:23 WIB
Melandas Perkenalkan Furnitur Cattelan Italia di Indonesia

Eksibisi "A Conversation of Furniture and Design" yang bisa dinikmati selama satu bulan di Flagship Store Melandas, Dipo Busines Centre, pada 8 Agustus hingga 8 September 2019.

INFO BISNIS — Industri furnitur di Indonesia berkembang sangat pesat saat ini, baik untuk merek dagang lokal maupun kehadiran merek dagang asing yang semakin beragam dan memberikan alternatif desain furnitur bagi konsumen di Indonesia. Melandas adalah nama yang andalan untuk mendapatkan furnitur premium berkualitas sejak 1999 dan sejak 2012 menjadi distributor Cattelan Italia untuk Indonesia.

“Dengan koleksi produknya yang memiliki desain ‘sepanjang masa’, Cattelan Italia menyuguhkan sebuah gaya hidup yang akan mengisi dan memaknai ruang-ruang sarat makna yang mewujudkan sebuah rumah,” ujar Veridiana Lim, Direktur Melandas.

Sejak awal kehadirannya di industri furnitur global pada 1979, merek dagang ini dikenal dengan koleksi meja dan coffee table yang memanfaatkan marmer. Saat ini Cattelan Italia menjadi salah satu merek dagang ternama di Italia dan memiliki koleksi produk yang sangat beragam tanpa meninggalkan karakter khas di bawah arahan Giorgio dan Paolo Cattelan.

Tagline 100 persen Made in Italy menjadi andalan Cattelan Italia yang mewujudkan desain berkualitas tinggi, sangat detail, serta memadukan keahlian dan kreativitas para desainer, yang menghasilkan furnitur dengan penampilan smart dan mengedepankan kenyamanan. Prinsip ini yang dikembangkan empat desainer interior ternama di Indonesia.

Keempat desainer tersebut adalah Kezia Karin, Alex Bayu Saputro, Eko Priharseno, dan Reza Wahyudi (Bobos) yang membawa pendekatan khas masing-masing ke dalam desain instalasi yang menjanjikan pengalaman visual dan rasa. (*)


Selengkapnya
Grafis

Kepolisian Menetapkan Empat Perusahaan Tersangka Kasus Karhutla

Kepolisian sudah menetapkan 185 orang dan empat perusahaan sebagai tersangka karena diduga terlibat peristiwa kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.