Toko Pertama The Watch Co. Dibuka di Tunjungan Plaza

oleh:

TEMPO.CO

Jumat, 6 September 2019 19:42 WIB
Toko Pertama The Watch Co. Dibuka di Tunjungan Plaza

The Watch Co. membuka toko pertama di Tunjungan Plaza, Surabaya.

INFO BISNIS — Watch Co., toko ritel yang berfokus pada produk jam tangan, membuka toko pertamanya di Tunjungan Plaza, Surabaya, 24 Agustus lalu. Didirikan pada tahun 2013, The Watch Co. telah membangun fondasinya dari kualitas produk yang baik dan desain inovatif. Hanya produk-produk jam terbaik, paling relevan, dan menarik yang dipajang di toko-toko Watch Co. Toko ini sangat pas menjadi referensi bagi para penggemar jam atau Anda yang sedang mencari arloji baru.

Watch Co. memiliki sesuatu yang unik bagi kepribadian Anda. Lagipula, pengalaman bercerita tentang waktu melampaui hitungan menit dan detik. Ini tentang ingatan kolektif dan tonggak kenangan yang tak terlupakan.

Toko baru di Tunjungan Plaza akan mewakili semua merek utama The Watch Co. seperti Daniel Wellington, Timex, Olivia Burton, D1 Milano, dan ADIDAS. “Kami ingin arloji kami menjadi lebih dari sekedar arloji. Kami ingin arloji itu hadir di mana pun Anda berada, di saat Anda menciptakan kenangan dan merayakan tonggak sejarah,” Teddy Koentjoro sebagai Direktur The Watch Co.

Olivia Burton Indonesia meluncurkan arloji Under the Sea dan koleksi perhiasan pada 28 Agustus 2019. Sejumlah influencer penting dan perwakilan media diundang ke acara yang berlangsung di Jakarta Aquarium. Koleksi terbaru Olivia Burton menjadi yang pertama bertema dunia bawah laut misterius.

Bagi Anda yang ingin memiliki koleksi Olivia Burton Under the Sea dan AW19, dapat mengunjungi Olivia Burton Plaza Indonesia, Olivia Burton Pakuwon Surabaya, Toko Central Dept di Grand Indonesia, The Watch Co. Grand Indonesia, The Watch Co. Pondok Indah Mall, The Watch Co. Senayan City, The Watch Co. Lippo Mall Puri, dan www.thewatch.co.(*)


Selengkapnya
Grafis

Kepolisian Menetapkan Empat Perusahaan Tersangka Kasus Karhutla

Kepolisian sudah menetapkan 185 orang dan empat perusahaan sebagai tersangka karena diduga terlibat peristiwa kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.