Hotel Pandanaran Gelar Festival Tarian dan Makanan Tradisional

oleh:

TEMPO.CO

Senin, 12 Agustus 2019 20:39 WIB
Hotel Pandanaran Gelar Festival Tarian dan Makanan Tradisional

Hotel Pandanaran Prawirotaman menggelar Festival Tarian dan Makanan Tradisional di halaman Hotel Pandanaran, Yogyakarta pada Kamis, 8 Agustus 2019.

INFO BISNIS — Hotel Pandanaran Prawirotaman menggelar Festival Tarian dan Makanan Tradisional di halaman Hotel Pandanaran, Kamis, 8 Agustus 2019. Kegiatan ini merupakan serangkaian kegiatan tahunan Festival Prawirotaman yang tahun ini kembali digelar untuk kedua kalinya di sepanjang jalan Prawirotaman.

Hotel Pandanaran Prawirotaman adalah hotel bintang tiga di Jalan Prawirotaman No. 38 Kota Yogyakarta. Daerah Prawirotaman dikenal sebagai “kampung bule” yang tidak pernah sepi pengunjung domestik dan asing.

Yang menarik, Hotel Pandanaran menyuguhkan berbagai jenis makanan tradisional yang mulai jarang ditemui, seperti gandos, gatot, soto bathok kweni, tiwul, mie pentil hingga jajanan otek. Jajanan tersebut ditawarkan dengan harga murah, mulai dari Rp 5.000 saja.

“Pengunjung diajak untuk sedikit bernostalgia dengan jajanan tradisional yang mungkin sudah jarang kita temui saat ini. Di sisi lain, kami juga ingin memperkenalkan makanan khas Indonesia kepada tulis mancanegara,” ujar Afida, Public Relation Hotel Pandanaran.

Selain makanan tradisional, berbagai macam tarian khas Indonesia seperti tari Caping Ayu, Senyum Indonesia, Manunggaling Roso, Gedrug, Jaranan, Janguk Kenes, Tumandang Gawe, dan Manuk Rawe juga disuguhkan petang harinya. Antusiasme dan kegembiraan terlihat jelas dari raut wajah turis lokal maupun mancanegara yang menonton pertunjukan tersebut, hingga acara selesai pukul 20.00 WIB.

Afida menambahkan, festival tari-tarian dan makanan tradisonal seperti ini diharapkan dapat menarik daya tarik wisatawan domestik maupun mancanegara. Selain itu, menjadi agenda rutin tahunan untuk melestarikan budaya Indonesia khususnya di daerah Prawirotaman. (*)


Selengkapnya
Grafis

Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.