BNI Berkolaborasi dengan Kemenko Maritim dan Fish On

oleh:

TEMPO.CO

Minggu, 21 Juli 2019 15:40 WIB
BNI Berkolaborasi dengan Kemenko Maritim dan Fish On

General Manajer Divisi Bisnis Usaha Kecil 2 BNI Bambang Setyatmojo (kedua dari kiri) menyerahkan miniatur Kapal Latih Nelayan berukuran 5 GT kepada perwakilan nelayan di Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu 20 Juli 2019. Penyerahan tersebut disaksikan oleh Menko Kemaritiman Luhut B Pandjaitan (ketiga dari kiri), Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum (kedua dari kanan).

INFO BISNIS — Keceriaan terpancar dari wajah nelayan-nelayan Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Betapa tidak, kali ini mereka menjadi pusat perhatian tiga pihak sekaligus yang saling berkolaborasi. Yaitu, Kementerian Koordinator Kemaritiman, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), serta perusahaan start up yang bergerak di bidang perikanan Fish On. 

Ketiga pihak tersebut bahu-membahu memastikan nelayan Sukabumi semakin mudah menangkap ikan melalui aplikasi yang disediakan Fish On. Nelayan juga dibantu agar semakin mudah mengakses permodalan melalui BNI agar usaha perikanan mereka terus maju dan menyejahterakan.

Seluruh upaya tersebut diresmikan secara seremonial melalui peresmian Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Online dan  Gerai Fishmart di Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu, 20 Juli 2019. Hadir pada kesempatan tersebut Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut B Pandjaitan, General Manajer Divisi Bisnis Usaha Kecil 2 BNI Bambang Setyatmojo, CEO BNI Wilayah Bandung Haris A Handoko, Direktur Utama Fish On Fajar Widisasono, dan lebih dari 200 nelayan.

Program ini merupakan kelanjutan dari pembentukan ekosistem nelayan berbasis digital yang sebelumnya telah dilakukan dengan menggunakan Aplikasi Fish On. Aplikasi ini dapat mempermudah nelayan dalam mencari ikan, menjual ikan hasil tangkapannya, hingga memberi kebutuhan melaut dari nelayan.

Sejak diluncurkan pada April 2019 lalu, saat ini telah terdaftar 215 nelayan di sekitar Desa Ciwaru yang tergabung dalam program ini. Selama tiga bulan, nelayan Desa Ciwaru telah mencoba layanan aplikasi Fish On. Salah satu fitur unggulan aplikasi tersebut adalah mengetahui posisi ikan di tengah laut secara akurat. Menurut salah satu ketua rukun nelayan, Atin Bongsang, terjadi peningkatan hasil tangkapan nelayan pancing dari sebelumnya hanya 15-20 kg per hari menjadi rata-rata 80-150 kg per hari per nelayan.

Inisiasi program ini diharapkan dapat memperkaya ekosistem berbasis digital yang dapat membantu nelayan meningkatkan taraf hidup dan produktivitasnya. Keseluruhan ekosistem berbasis digital diharapkan dapat membantu nelayan mulai dari kemudahan mencari ikan, menyediakan mini process agar hasil tangkapan dapat lebih lama disimpan dan tetap segar, dan market place penjualan hasil tangkapan melalui TPI Online dan kebutuhan melaut nelayan melalui Gerai Fishmart, serta memberikan pendampingan pada nelayan. 

Peran BNI pada gerakan ini dimaksudkan untuk memastikan agar para nelayan mendapatkan akses perbankan yang murah, mudah, disertai pendampingan kepada nelayan. Setelah kembali dari melaut, nelayan dipastikan akan mendapatkan tempat melakukan penjualan hasil tangkapannya melalui TPI Online yang dapat menghubungkan nelayan dengan buyer dan kesemuanya telah menggunakan rekening BNI untuk melakukan transaksinya.

BNI juga memperlengkapi Gerai Fish Mart tersebut dengan layanan Agen Lakupandai BNI atau Agen46. Kehadiran Agen46 diharapkan dalam lebih meningkatkan literasi keuangan masyarakat Ciwaru. Layanan yang diberikan oleh Agen46, antara lain pembukaan rekening, tarik, setor, pemindahbukuan, berbagai pembayaran layanan masyarakat, dan lain sebagainya.        

Bambang Setyatmojo menyatakan inisiasi kerja sama dengan menggandeng FishOn merupakan wujud kontribusi BNI untuk menyejahterakan nelayan, melalui penyediaan akses perbankan yang mudah dan murah di sektor kemaritiman. Gerakan ini diharapkan menjadi salah satu penopang program pemerintah dalam upaya meningkatkan produktivitas nelayan, pemerataan pendapatan, dan pengentasan kemiskinan.  

“BNI berkomitmen menyukseskan pembangunan perekonomian Indonesia guna mewujudkan masyarakat Indonesia yang sejahtera,” ujarnya.

Pada acara ini, BNI juga memberikan bantuan CSR berupa satu unit mobil ambulan dan satu unit kapal latih nelayan berukuran 5 GT kepada ketua rukun nelayan Desa Ciwaru. Pada kesempatan ini juga dilaksanakan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada nelayan, KUR tersebut menambah portofolio penyaluran KUR BNI tahun 2019, di mana hingga 30 Juni 2019 KUR yang disalurkan BNI mencapai Rp 9,37 triliun yang menyentuh 109.020 penerima KUR di seluruh Indonesia. Selain itu, penyaluran ini juga menambah portofolio BNI di bidang kemaritiman yang saat ini telah mencapai lebih dari Rp 16 triliun. (*)


Selengkapnya
Grafis

Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.