Univ Pancasila-Kemenpora Kerja Sama Dorong Kemajuan Wirausaha Muda

oleh:

TEMPO.CO

Sabtu, 22 Juni 2019 16:47 WIB
Univ Pancasila-Kemenpora Kerja Sama Dorong Kemajuan Wirausaha Muda

Rektor Universitas Pancasila Prof Wahono Sumaryono bersama Asisten Deputi Kewirausahaan Pemuda Kemenpora Imam Gunawanusai acara kuliah umum Kewirausahaan dari Kemenpora di Kampus Universitas Pancasila Jakarta, Kamis, 20 Juni 2019.

INFO BISNIS — Universitas Pancasila dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sepakat menjalin kerja sama untuk mendorong kemajuan para wirausaha muda di Indonesia.

"Nantinya wirausaha dijadikan mata kuliah wajib umum bagi mahasiswa UP pada tahun 2020," kata Rektor Universitas Pancasila Prof Wahono Sumaryono usai acara kuliah umum Kewirausahaan dari Kemenpora di Kampus Universitas Pancasila Jakarta, Kamis, 20 Juni 2019.

Ia mengatakan adanya proyeksi bonus demografi pada 2030 di mana sekitar 60 persen atau sebanyak 180 juta usia produktif akan menjadi tugas berat jika dibebankan kepada negara untuk menyediakan lapangan pekerjaan.

Oleh karena itu, katanya lagi, supaya para mahasiswa menjadi kompeten, kemampuan hardskill dan softskill harus dibekali dengan semangat kewirausahaan agar tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi mampu menciptakan lapangan kerja.

Saat ini, Career Enterprenuer Development Center (CEDC) Universitas Pancasila sebagai pusat karier di Universitas telah menjadikan entrepreneurship sebagai bagian dari layanan karier yang diberikan kepada mahasiswa.

Sementara itu, Asisten Deputi Kewirausahaan Pemuda Kemenpora, Imam Gunawan, mengatakan yang terpenting dalam upaya membangun kemandirian ekonomi bangsa adalah dengan mencetak wirausaha muda.

Ia mengatakan para wirausaha muda harus mempunyai kemampuan melakukan inovasi dan kreativitas dalam mengoptimalkan potensi diri menjadi aktual, bermakna, berdimensi ekonomi, serta bermanfaat bagi sesama.

"Harus ada keberanian dalam memulai usaha, jangan takut gagal," katanya.

Pihaknya, lanjut dia, akan memberikan insentif akses modal yang sifatnya hibah proposal bisnis dengan besaran Rp 15 juta. "Tentunya yang diterima dengan selektif," ucapnya.

Pada tahun 2019 ini, katanya ada 1.000 unit bantuan akses permodalan, di mana 900 bantuan dengan jumlah Rp 15 juta dan 100 bantuan dengan jumlah masing-masing Rp 25 juta.

"Ide bisnis tak ada batasnya, banyak prospek bagus karena semakin paham ada media sosial, sehingga ide bisnis tak ada batasnya," ujarnya.(*)


Selengkapnya
Grafis

Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.