Soft Launching Alumnia Hadirkan Proyek Iconic

oleh:

TEMPO.CO

Rabu, 29 Mei 2019 11:37 WIB
Soft Launching Alumnia Hadirkan Proyek Iconic

Soft launching dan talk show Alumnia bertajuk "Investasi Milenial di Era Digital" di Jakarta, 28 Mei 2019. (Dok. Alumnia)

INFO BISNIS – Setelah sebelumnya tercatat di OJK dan masuk ke dalam regulatory sandbox inovasi keuangan digital, mulai 28 Mei 2019 PT Alumnia Sinergi Adikarsa resmi hadir untuk publik. Alumnia merupakan marketplace investasi di dunia teknologi finansial dengan terobosan inovasi melalui platform digital, mempertemukan investor dan investee.

Didirikan oleh tujuh orang dari berbagai alumni peguruan tinggi ternama, IPB, ITB, UGM, UI, dan UNIBRAW, Alumnia menjadi perusahaan FinTech pertama dengan basis teknologi blockchain untuk equity crowdfunding. Pada skala kecil dan dengan aturan yang dipermudah, ini semacam urun dana dengan mekanisme serupa modal ventura dan pasar saham.

Di samping secara umum bergerak pada domain peer to peer business investing, Alumnia juga menjadi yang pertama memberikan layanan crowd-donation to university research. Partisipasi publik untuk pendanaan riset di universitas untuk kemaslahatan bangsa.

Pada saat soft launching ini, Alumnia membuka kesempatan investasi untuk mengelola co-working space Konserta yang akan dibangun di jalan Juanda, Depok. Sekaligus juga, tempat para filantropis dan investor sosial, pendanaan untuk riset pembuatan vaksin tifus di Univesitas Negeri Jakarta.

Bangunan dua lantai yang didirikan akan menjadi co-working space pertama dengan bahan dari bambu yang diolah menjadi balok layaknya kayu (strand woven bamboo), dengan desain kontemporer yang artistik, disertai panel tenaga surya. Bambu adalah tanaman yang mendukung setidaknya 7 dari 17 Sustainable Development Goals yang dicanangkan  PBB.

Selaras dengan misi Alumnia, Agus Wicaksono, CEO and Co-founder, menyatakan prioritas pada dukungan Sustainable Development Goals adalah satu dari empat pilar bisnis Alumnia. Yang lainnya adalah teknologi game charger blockchain, klaster jaringan alumni, dan pertumbuhan investasi yang ditakar dengan emas.

Dengan prinsip keuangan inklusif, investasi untuk co-working space Konserta terjangkau oleh masyarakat luas. “Dengan hanya sekitar Rp 5 juta, masyarakat sudah bisa ikut memiliki saham Konserta yang memberikan keuntungan bagi hasil yang cukup tinggi. Investasi bisa berkembang sesuai kemajuan Konserta dan co-working space,” kata Chief Marketing Officer Alumnia, Ary Prasetyo.

Partisipasi masyarakat luas melalui equity crowdfunding mendorong pengembangan bisnis, serta keuntungan yang kembali kepada rakyat. “Dengan kolaborasi berbagai pihak, Alumnia hadir untuk ikut berkontribusi pada terwujudnya kemandirian ekonomi dan pada gilirannya menghasilkan inclusive prosperity,” ujar Agus Wicaksono. (*)


Selengkapnya
Grafis

Harley Davidson dan Brompton dalam Daftar 5 Noda Garuda Indonesia

Garuda Indonesia tercoreng berbagai noda, dari masalah tata kelola hingga pelanggaran hukum. Erick Thohir diharapkan akan membenahi kekacauan ini.