Snapcart: 91 Persen Belanja THR melalui e-Commerce

oleh:

TEMPO.CO

Minggu, 12 Mei 2019 16:44 WIB
Snapcart: 91 Persen Belanja THR melalui  e-Commerce

Lembaga riset berbasis aplikasi Snapcart, melakukan survei mengenai rencana penggunaan THR 2019.

INFO BISNIS -- Survei yang dilakukan oleh Snapcart, lembaga riset berbasis aplikasi, menunjukkan bahwa menjelang lebaran, sebanyak 60 persen responden berencana menggunakan Tunjangan Hari Raya (THR) yang diterimanya untuk berbelanja. Dan, 91 persen diantaranya akan membelanjakannya melalui e-commerce.

Sebagian responden lain merencanakan akan menyimpan THR dalam bentuk tabungan (65 persen), serta untuk sedekah atau zakat (45 persen), dan untuk keperluan lebaran dan mudik (25 persen).

Kecenderungan rencana penggunaan untuk berbelanja, lebih tinggi dikalangan perempuan yaitu 64 persen berbanding 54 persen untuk laki-laki. “Perempuan dan Ibu rumah tangga lebih tertarik membelanjakan THR-nya untuk membeli baju, tas, sepatu dan asesoris. Berbeda dengan kaum pria yang lebih berminat pada produk digital, gadget, peralatan olahraga dan untuk hobi,” ujar Eko Wicaksono, dari Snapcart Indonesia.

Kategori barang yang diakui paling dibidik oleh para responden untuk berbelanja THR adalah pakaian, personal care, produk digital, makanan dan minuman (groceries), dan gadget.

“Yang menarik, 91 persen responden menyatakan mereka akan memilih berbelanja melalui e-commerce, sedangkan 56 persen responden berencana berbelanja di toko offline seperti di mall, pasar, toko/minimarket, dan warung. Tren ini merata, baik para responden yang berdomisili di Jabodetabek maupun di luar Jabodetabek,” kata Eko.

Jumlah pembelanjaan THR melalui e-commerce ini meningkat 8 persen di banding hasil riset yang sama pada tahun lalu, yang baru mencapai 83 persen.

Riset Snapcart juga menemukan, brand e-commerce yang menjadi pilihan utama belanja THR masyarakat adalah Shopee, Tokopedia, Lazada dan Bukalapak.

“Sebanyak 57 persen responden merencanakan menggunakan THR mereka untuk berbelanja di Shopee, 19 persen responden memilih Tokopedia, dan 9 persen akan menggunakan Lazada dan Bukalapak. Pilihan tersebut tentunya disebabkan banyak faktor, antara lain promosi, ongkos kirim gratis, harga lebih murah, iming-iming hadiah, dan ketersediaan produk,“ ucap Eko.

Eko menambahkan, sekitar 70 persen responden perempuan dan generasi milenial dibawah 25 tahun memilih Shopee sebagai brand paling favorit untuk belanja e-commerce.

Menanggapi hasil riset Snapcart ini, Country Brand Manager Shopee, Rezki Yanuar, mengatakan tingginya awareness masyarakat untuk berbelanja di Shopee ini, tidak terlepas dari gencarnya aktivitas promosi yang dilakukan Shopee setiap Ramadan.

“Setelah sukses meningkatkan transaksi hingga 500 persen pada Ramadan tahun lalu, kini, Shopee kembali hadir dengan kampanye Big Ramadhan Sale, menawarkan berbagai penawaran terbaik dengan periode waktu lebih lama sejak 22 April - 31 Mei 2019,”kata Rezki Yanuar.

Ia menambahkan, melalui kampanye ini, pengguna dapat mengakses keuntungan belanja seperti Goyang Shopee senilai 10 miliar, kesempatan memenangkan hadiah ibadah Umroh melalui program Serba 10 Ribu, Gratis Ongkir 10 kali, potongan harga hingga 90 persen dan penawaran menarik lainnya.

Alasan utama responden memilih berbelanja THR melalui sarana online beragam. Sekitar 66 persen responden mengatakan karena ada banyak tawaran promosi dari situs-situs belanja online, 59 persen responden mengatakan karena adanya fasilitas gratis ongkos kirim barang, dan 56 persen responden mengatakan karena harga barang di situs belanja online lebih murah.

Riset tentang tren rencana penggunaan THR selama Ramadan ini dilakukan dengan metode wawancara dengan 1.000 responden yang mewakili seluruh wilayah di Indonesia. Riset dilakukan pada 16-23 April 2019. Sampel utamanya adalah  kelompok usia 15 – 60 tahun, dengan kategori usia dibawah 25 tahun dan diatas 25 tahun. (*)


Selengkapnya
Grafis

Kepolisian Menetapkan Empat Perusahaan Tersangka Kasus Karhutla

Kepolisian sudah menetapkan 185 orang dan empat perusahaan sebagai tersangka karena diduga terlibat peristiwa kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.