Humaira Niqab Bidik Pangsa Pasar Cadar Indonesia

oleh:

TEMPO.CO

Kamis, 11 April 2019 17:59 WIB
Humaira Niqab Bidik Pangsa Pasar Cadar Indonesia

HUMAIRA NIQAB MEMBIDIK PANGSA PASAR CADAR DI INDONESIA

INFO BISNIS-- Saat ini semakin banyak perempuan muslimah yang mengenakan cadar atau niqab. Tren busana muslim dengan cadar memang sedang populer di komunitas kaum hawa. Hal inilah yang membuat Niken Oliviasilo, tertarik untuk menekuni usaha sebagai perancang cadar. Sejak Agustus 2018 lalu, ibu dua anak yang awalnya berkarier di PT Yamaha Indonesia ini membangun merek HUMAIRA NIQAB, berkolaborasi dengan sang sahabat, Laila.

Menurut Niken, dengan kondisi Indonesia sebagai negara dengan populasi penduduk muslim terbesar di dunia, tren cadar sekarang sudah dilihat sebagai salah satu sunnah gaya hidup (hijrah). “Ketika memutuskan untuk berhijrah, banyak muslimah yang memutuskan untuk mengenakan niqab. Ini jadi salah satu titik perhatian saya. Saya melihat produsen niqab banyak, tapi yang fokus dan memperhatikan “kenyamanan” dengan harga terjangkau belum banyak,” kata perempuan kelahiran 1979 ini.

Niken sendiri memutuskan untuk mengenakan cadar sejak 2018 lalu. Dalam mendesain produk-produk HUMAIRA NIQAB, ia sangat memperhatikan pemilihan bahannya. “Untuk bagian khusus wajah, saya mencari material bahan yang lembut, jatuh, mudah dipakai bernafas, dalam arti tidak pengap dan tentunya juga tidak panas. Bahannya kami pesan di supplier khusus,” ucap ibu dari Dhia Dara (13 tahun) dan Alisha (9 tahun).

Dikerjakan oleh penjahit yang terampil, Niken mengaku bisnis cadar yang dirintisnya ini tidak 100 persen hanya membidik keuntungan semata, melainkan lebih mengharapkan ridho Illahi dan keberkahan. Sejauh ini Niken lebih memilih untuk mempromosikan dan menjual produknya lewat pameran atau bazaar. Di pameran atau bazaar tersebut, ia sekaligus memberikan edukasi terkait material produk dan manfaat mengenakan cadar untuk muslimah.

Ia sangat bersyukur edukasi yang diberikannya ternyata banyak membuahkan hasil. “Pengalaman di pameran, ada yang saat datang ke stand kami belum berniqab, tapi setelah mendengar edukasi dari kami, langsung mencoba memakai niqab, bahkan tidak mau dilepas lagi. Artinya lewat produk Humaira Niqab, kami ikut mendorong orang untuk menjalankan sunnah. Dengan Humaira Niqab, kekhawatiran kalau mengenakan niqab akan tidak nyaman, jadi terbantahkan,” ujar Niken.

Mengenai pemilihan nama HUMAIRA sendiri, menurut Niken ada dua tujuan. “Tujuan pertama, menurut kami nama Humaira mudah diingat, memiliki nada religius dan berbau Timur Tengah. Jadi cocok dengan produk niqab kami. Sedangkan tujuan kedua, arti Humaira yaitu wanita dengan pipi yang kemerah-merahan, bisa mengingatkan pemakai niqab Humaira untuk selalu bersyukur kepada Allah SWT atas nikmat wajah sekaligus “menjaganya” sesuai sunnah agar terhindar dari hal yang tidak baik,” kata Niken yang bersama sang suami, Harry Juanda, juga tengah merintis usaha travel umroh dengan harga yang terjangkau ini.

Sedangkan untuk pemilihan warna, Humaira Niqab lebih fokus kepada warna-warna gelap. Alasannya menurut Niken, karena mengikuti sunnah untuk tidak menggunakan warna-warna terang. (*)  


Selengkapnya
Grafis

Beda Kerusuhan Mei 2019 dengan Kengerian di Ibu Kota 1998

Kerusuhan di Jakarta pada bulan Mei terjadi lagi, namun kejadian di 2019 berbeda dengan 1998. Simak kengerian di ibu kota pada akhir Orde Baru itu.