Inrate Penghitungan Rating Berbasis Big Data Analitik

oleh:

TEMPO.CO

Rabu, 9 Januari 2019 11:44 WIB
Inrate Penghitungan Rating Berbasis Big Data Analitik

Inrate merupakan sistem rating televisi yang memfasilitasi stasiun televisi, agency, dan pengiklan untuk mendapatkan raw data.

INFO BISNIS-- Kencangnya arus digitalisasi media hiburan di Indonesia dan dunia, tak menggoyahkan daya tarik media televisi sebagai tempat beriklan.

Program-program baru terus bermunculan di stasiun televisi tanah air, mereka berlomba untuk membuat program terbaik demi mengejar rating yang nantinya akan menarik minat para pemilik merek untuk beriklan di program besutan mereka.

Walau belanja iklan televisi masih terhitung tinggi sampai saat ini, sayangnya banyak pengiklan belum diuntungkan dengan sistem monitoring yang ada. Memang mereka akan mendapat laporan bukti tayang dalam bentuk rekaman, tapi sayangya hal tersebut tidak memberikan insight yang memadai tentang iklan mereka, misal apakah konsumen yang menonton iklan mereka sudah sesuai dengan target?

Inrate menyadari hal tersebut dan hadir untuk mengisi celah informasi yang terjadi selama ini antara pengiklan, agency, dan stasiun televisi. Dengan memanfaatkan teknologi big data yang mutakhir dan didukung jaringan luas PT. Telkom Indonesia, Inrate menjanjikan data analitik yang lebih presisi dan targeted.

Selain itu Inrate juga menyajikan rekaman video bukti tayang sebagai bukti bahwa iklan sudah ditayangkan pada acara program yang telah diperjanjikan sebelumnya kepada agency ataupun brand owner.

Inrate merupakan sistem rating televisi yang memfasilitasi stasiun televisi, agency, dan pengiklan untuk mendapatkan raw data yang nantinya bisa dipergunakan untuk rujukan dalam menentukan strategi beriklan terbaik.

Dengan dukungan populasi 2,1 juta pelanggan UseeTV yang tersebar di 438 kota dan 34 provinsi se-Indonesia. Inrate melakukan perhitungan rating berdasarkan pelanggan UseeTV dengan profiling Helix Persona yang didapatkan dari lembaga penelitian Roy Morgan dan smart profile yang dihasilkan dari kapabilitas big data PT. Metranet.

Sedangkan untuk pengolahan dan penyajian datanya, pendekatan berupa tampilan dashboard pada web aplikasi ramah pengguna dengan data yang diperbaharui secara real time bisa diakses lewat inrate.id. Pengguna yang sudah menjadi pelanggan akan disediakan antarmuka sendiri dengan akun dan kata kunci untuk dapat mengakses informasi yang diinginkan.

Di dalam aplikasi web yang disediakan, pengguna nantinya akan mendapat informasi tentang tentang iklan yang tayang di 15 saluran Free To Air Nasional secara lengkap dan mendetail. Informasi tentang Rating, share dan Jumlah Audience Channel TV dan Program Acara TV secara harian, mingguan maupun bulanan berdasarkan jumlah general audience atau sesuai profile audience tertentu juga akan disediakan.

Membandingkan TV Rating, sharing dan Jumlah audience saluran televisi berdasarkan slot time dan juga berdasarkan profile tertentu yang dipilih juga menjadi salah satu menunya. Inrate juga dapat menganalisa profil penonton di slot waktu tertentu berdasarkan profil yang dipilih dan kecenderungan untuk menonton di Channel TV yang mana.

Semua data ini disajikan dengan tertata dan mudah dimengerti, sebuah fasilitas yang memungkinkan para penguna untuk bisa menganalisa perilaku pemirsa. Kelak datanya akan digunakan sebagai insight dalam perencanaan untuk mengambil langkah terbaik beriklan di televisi. (*)


Selengkapnya
Grafis

Gaji Gubernur dan Perbandingan Luas Jawa Tengah dengan Malaysia

Dalam Debat Pilpres 2019 pertama pada 17 Januari 2019, Prabowo Subianto menyinggung besaran gaji gubernur dengan mengambil contoh Jawa Tengah.