Jumat, 21 September 2018

Relawan Korea dan Indonesia Bangun Rumah Layak Huni di Cilegon

oleh:

TEMPO.CO

Kamis, 6 September 2018 12:32 WIB
Relawan Korea dan Indonesia Bangun Rumah Layak Huni di Cilegon

Relawan Korea dan Indonesia Bangun Rumah Layak Huni di Cilegon

INFO BISNIS - Sekitar 90 relawan dari Korea dan Indonesia akan bermitra untuk  membangun rumah layak huni dan terjangkau di empat desa di kota Cilegon. Proyek itu akan dilakukan selama tiga tahun yaitu 2018, 2019, dan 2020, antara Habitat for Humanity Indonesia dan Posco.

Para relawan ini merupakan tim Global Village ke-500 yang digagas sekaligus dimobilisasi oleh Habitat for Humanity Korea. Kegiatan pembangunan di Indonesia ini juga akan menandai perayaan ulang tahun ke-50 Posco.

Dalam program pembangunan selama empat hari yang dimulai pada 27 Agustus 2018, 50 relawan dari Korea bekerja di empat desa di Cilegon yakni, Banjarnegara, Kubangsari, Samangraya dan Tegal Ratu, bersama rekan-rekan mereka di Indonesia beserta 14 siswa berprestasi dan penerima beasiswa POSCO TJ Park Foundation dan juga aktor populer Korea Bae Han-sung dan Kwon Oh-jung.

Pada hari terakhir pembangunan, yaitu 30 Agustus, 10 keluarga penerima donor (home owner ) menerima kunci rumah yang telah dibangun oleh Habitat dan Posco pada saat upacara dedikasi dan penahbisan. Walikota Cilegon Edi Ariadi hadir sebagai tamu kehormatan sekaligus menjadi pemberi anugerah pada acara tersebut. Tamu-tamu penting lainnya termasuk Direktur Utama PT Krakatau Posco Kim Jhi-Yong, Wakil Presiden Senior Posco  Sangchun Lee, Direktur Nasional Habitat Korea Joy Mihyang Sohn, dan Direktur Nasional Ad Interim Habitat For Humanity Indonesia James Tumbuan.

Upaya para relawan ini merupakan bagian dari serangkaian pembangunan dari hasil kemitraan yang telah terjalin dengan tujuan untuk membangun 25 rumah baru, memperbaiki 100 rumah dan pembangunan 150 toilet lain di empat desa di kota Cilegon. Tiga sekolah juga akan dibangun dan diperbaiki bersama dengan pembangunan dua toilet komunal, dua unit fasilitas air bersih untuk sanitasi serta fasilitas pengelolaan sampah. Selain itu, sekitar 500 orang yang menerima pelatihan tentang air, sanitasi dan kebersihan, penghasil pendapatan dan juga pengelolaan sampah dan limbah. Proyek dengan judul “Housing with STEEL (Steel, Training, Education, Empowerment and Leverage)” merupakan inisiatif tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari PT Krakatau Posco, untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui perumahaan yang layak dan akses air, sanitasi, pendidikan dan peluang mata pencarian yang memadai.

Untuk memastikan kesuksesan program pemberdayaan masyarakat ini, sebelum melaksanakan proyek, Habitat dan PTKrakatau Posco melakukan survei dan penilaian langsung sambil berkoordinasi dengan para pihak yang relevan dan berkepentingan dalam program tersebut.

“Tempat yang layak untuk tinggal dapat membantu keluarga untuk meningkatkan kualitas kesehatan mereka, menabung lebih banyak, serta berinvestasi dalam pendidikan guna memiliki stabilitas keuangan yang lebih baik. Habitat for Humanity Indonesia telah melihat efek positif seperti ini sejak kami mulai mengerjakan program di Cilegon pada tahun 2016. Melalui kemitraan tahunan dengan Posco, kami akan memberdayakan lebih banyak keluarga dan membangun komunitas yang kuat dan stabil,” kata James Tumbuan.

Kim Jhi-Yong mengatakan, konsumsi air bersih, tidur di rumah yang nyaman dan mendidik anak-anak untuk tumbuh dengan mimpi dan harapan, merupakan hal yang paling penting bagi kemanusiaan. Program pengembangan komunitas secara holistik seperti ini merupakan program dan sarana yang sangat bermanfaat yang dapat memberikan solusi di atas secara bersamaan. “Saya sangat senang dan bersyukur, melalui program ini kami dapat menyediakan rumah baru yang layak dan meningkatkan kualitas dan kondisi kehidupan bagi sejumlah orang yang tinggal di Cilegon. Banyak karyawan Krakatau Posco akan berpartisipasi dan menjadi relawan dalam proyek “Housing with STEEL” selama kurang lebih satu minggu ini. Krakatau Posco, sebagai korporasi berskala global akan terus berkontribusi untuk Cilegon dan Indonesia dalam pertumbuhan serta pembangunan yang berkelanjutan,” ucap Kim Jhi-Yong. (*)


Selengkapnya
Grafis

Salah Tangkap, Penangkapan Terduga Teroris, dan Pelanggaran HAM

Sejak insiden Mako Brimob Kelapa Dua pada Mei 2018, Polri tak mempublikasi penangkapan terduga teroris yang berpotensi terjadi Pelanggaran HAM.