Jumat, 21 September 2018

Frisian Flag Luncurkan Gerakan NUSANTARA 2018

oleh:

TEMPO.CO

Kamis, 6 September 2018 10:14 WIB
Frisian Flag Luncurkan Gerakan NUSANTARA 2018

Frisian Flag Indonesia meluncurkan Program Gerakan NUSANTARA 2018 yang berfokus pada pendidikan gizi berkelanjutan untuk mewujudkan sekolah dan masyarakat mandiri gizi dan hidup sehat melalui sinergi dengan Program Gizi Anak Sekolah dan Program Sekolah Ramah Anak.

INFO BISNIS - PT Frisian Flag Indonesia (FFI) meluncurkan program Gerakan NUSANTARA (MiNUm Susu TiAp Hari uNTuk Anak CeRdas Aktif Indonesia), sebagai tanda dimulainya penyelenggaraan program di tahun keenam. Gerakan ini berfokus pada peningkatan kemandirian pelaksanaan program edukasi, dan melanjutkan program Training of Trainers (ToT) yang secara signifikan meningkatkan kapasitas guru dalam pemahaman edukasi gizi.

Sebab pemahaman guru yang lebih baik dinilai dapat meningkatkan kualitas edukasi gizi, dan menghasilkan perkembangan perubahan komponen Pengetahuan, Sikap dan Perilaku (PSP) siswa akan gizi kearah yang lebih baik.

Ketua Pusat Kajian Gizi dan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Ahmad Syafiq mengatakan, untuk mengukur kesuksesan program Gerakan NUSANTARA, pihaknya telah melakukan studi PSP secara berkelanjutan. Studi ini menunjukkan bahwa sejak lima tahun, program ini berhasil untuk mengubah Pengetahuan, Sikap dan Perilaku siswa akan gizi meningkat. Secara khusus PSP menunjukkan peningkatan di tahun 2017, yakni sejak diadakannya program ToT yang dilaksanakan pertama kalinya dan dicanangkan untuk para guru.”

Corporate Affairs Director PT Frisian Flag Indonesia Andrew F. Saputro menyatakan, memasuki tahun keenam penyelenggaraan Program Gerakan NUSANTARA, Frisian Flag Indonesia terus belajar untuk menyempurnakan program agar dapat berjalan efektif guna mencapai tujuannya. Setelah mempelajari hasil temuan studi PSP pada program, dan melihat efektivitas keterlibatan dan antusiasme guru dalam mengikutinya untuk mendalami pendidikan tentang gizi, Frisian Flag Indonesia mencanangkan penguatan keterlibatan guru dalam pendidikan gizi melalui kegiatan ToT, yang terus dikembangkan untuk membawa perubahan PSP siswa ke arah yang lebih baik. Kesuksesan ini pun turut meningkatkan keyakinan Frisian Flag Indonesia meneruskan dan menguatkan pelaksanaan program di Indonesia bagian barat, dan memperluas jangkauan program ke Indonesia bagian timur untuk mengedukasi tentang pentingnya perilaku gizi positif.

Program Gerakan NUSANTARA telah berhasil menjangkau 520.815 peserta didik kelas 3, 4, dan 5, serta 2,254 guru di delapan provinsi dan 24 kota/kabupaten pada penyelenggaraannya tahun 2017. Tahun ini, Frisian Flag Indonesia akan melebarkan area jangkauan ke kota/kabupaten yang ada di Sorong, Kupang, Malang, Tangerang Selatan, Bandung, Bogor, Depok, dan Bekasi, yang direncanakan menjangkau lebih dari 700.000 siswa dan memberikan training ke ratusan guru.

Serangkaian kegiatan terpadu disiapkan guna mengoptimalkan Gerakan Nusantara di masing-masing sekolah sasaran. Kegiatan tersebut di antaranya edukasi dan pelatihan bagi guru mengenai Pedoman Gizi Seimbang (PGS), pola hidup sehat dan aktif, kebaikan susu bagi tubuh, pemaparan dan edukasi di dalam kelas bagi guru dan siswa, aktivitas luar ruangan di sekolah, pembagian sampel susu, pemantauan berkala serta pengetahuan dan pendidikan tentang sanitasi yang mendukung kesuksesan pendidikan gizi.

Sebagai pembicara pada sesi bincang-bincang ialah Asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak Atas Pendidikan, Kreativitas dan Budaya, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Elvi Hendrani, Guru dan Duta Gizi Nusa Tenggara Timur Lugardis, Ketua Pusat Kajian Gizi dan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Ahmad Syafiq, selebriti yang juga mewakili orang tua Melanie Putria, Kepala Seksi Kelembagaan, Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Agung Triwahyunto,  dan Corporate Affairs Director PT Frisian Flag Indonesia Andrew F. Saputro. (*)


Selengkapnya
Grafis

Salah Tangkap, Penangkapan Terduga Teroris, dan Pelanggaran HAM

Sejak insiden Mako Brimob Kelapa Dua pada Mei 2018, Polri tak mempublikasi penangkapan terduga teroris yang berpotensi terjadi Pelanggaran HAM.