Pemkot Tangsel Akan Terapkan Layanan Darah Gratis di Rumah Sakit Swasta

oleh:

TEMPO.CO

Senin, 5 Februari 2018 19:36 WIB
Pemkot Tangsel Akan Terapkan Layanan Darah Gratis di Rumah Sakit Swasta

Penandatanganan kesepakatan kerjasama antara Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dengan Dinas Kesehatan Tangsel.

INFO BISNIS-- Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) akan menerapkan layanan darah gratis di Rumah Sakit Swasta yang ada di Kota Tangsel per-Maret mendatang. Sebelumnya penerapan darah gratis tersebut sudah diberlakukan di Rumah Sakit Umum (RSU) Tangsel.

Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany, menjelaskan, penerapan layanan darah gratis ini tertuang dalam peraturan walikota (perwal) nomor 14 tahun 2017 tentang pembebasan biaya pengganti pengolahan darah.

Dengan program bebas biaya pengolahan darah ini, lanjut Airin, para warga cukup menunjukkan KTP Elektronik Tangsel baik di rumah sakit umum daerah maupun rumah sakit swasta yang menjalin kerja sama dengan Dinas Kesehatan.

“Untuk mendapatkan fasilitas bebas biaya transfusi darah ini, warga cukup menunjukkan e-KTP Tangsel pada rumah sakit yang telah menandatangani kesepakatan kerja sama dengan Dinas Kesehatan Tangsel,” ujar Airin. Menurutnya dari 29 rumah sakit swasta, ada 17 rumah sakit yang sudah bekerja sama dengan Pemkot setempat. 

"Rumah sakitnya tentu di RSUD dan beberapa RS swasta yang sudah ada MoU dengan kita. Untuk masyarakat Tangsel, ber-KTP Tangsel, maka biaya pengolahannya kita yang bayar," tuturnya.

Airin yang juga Ketua PMI Kota Tangsel berharap kebutuhan kantong darah bisa terpenuhi melalui kampanye donor darah. "Prediksi kebutuhan darah adalah 2 persen dari jumlah penduduk atau sekitar 3000 kantong per-bulan," katanya.

Untuk itu dirinya bersama Wakil Walikota akan melakukan program donor darah keliling. Program ini akan dimulai dari Gedung Puspemkot 1, 2 dan 3, secara bergantian keliling untuk melakukan donor darah.

Kepala Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Tangsel Suhara Manullang, menjelaskan, perwal sudah diterapkan tahun lalu, secara realistis bisa diterapkan tahun ini. “Kita akan konsentrasi dirumah sakit umum dulu untuk pelaksanaan darah gratis, dan untuk rumah sakit lain sedang kita jajakin, kita siapkan dulu untuk stock kesediaan darah terlebih dahulu,”ujarnya.

Untuk rumah sakit swasta, berlakunya setelah launching penerapan darah gratis diberlakukan. “Untuk swasta kalau siap di bulan depan (maret-red), perwal ini tujuannya untuk warga kurang mampu, bagi masyarakat yang mampu bisa membayarnya,” kata Suhara.

Suhara menambahkan, dalam satu bulan RSU Tangsel membutuhkan 500 sampai 600 kantong darah. Dengan adanya program darah gratis ini diharapkan warga jadi terbantu.

Salah satu isi perwal itu menurut Suhara, untuk memeriksa darah menggunakan alat bernama NAT. Ini merupakan generasi NAT tercanggih, jika darah tidak baik akan cepat terdeteksi.

Untuk mendapatkan darah dengan generasi NAT, diperlukan biaya lebih mahal yakni Rp 660 ribu per kantong. Di bawahnya NAT, adalah elisa dan harga per-kantong Rp 360 ribu.“Kita harus bangga sebagai warga dan memiliki KTP-el Kota Tangsel, dimana darah akan disediakan gratis oleh Pemkot,” tuturnya.

Suhara melanjutkan, jika masyarakat menggunakan BPJS, untuk penggunaan darah maka yang akan ditanggung BPJS sebesar Rp 360 ribu, dan sisanya akan dibayarkan Pemkot Tangsel. “Karena biaya yang menggunakan NAT sebesar Rp 660 ribu, sedangkan yang menggunakan KTP Elektronik Tangsel akan ditanggung sepenuhnya.” (*)


Selengkapnya
Grafis

Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.