Jumat, 23 Februari 2018

Gree Jadi Pemasok Pendingin Udara Bandara Terbesar di Dunia

oleh:

TEMPO.CO

Selasa, 9 Januari 2018 14:25 WIB
Gree Jadi Pemasok Pendingin Udara Bandara Terbesar di Dunia

Gree Jadi Pemasok Pendingin Udara Bandara Terbesar di Dunia

INFO BISNIS - Dimulai pada tahun 2015, pembangunan Beijing Daxing International Airport, yang merupakan bandara terbesar di dunia akan selesai pada Juli 2019 mendatang. Dilansir dari Shanghaiist, Jumat, 13 Januari 2015, untuk membangun bandara ini, Beijing telah siap menggelontorkan dana sebesar US$ 13,8 miliar. Bandara seluas  7.534.737 meter persegi ini mampu menampung 45 juta wisatawan setiap tahunnya.

Beijing Daxing International Airport dibangun di sisi yang berlawanan dengan Beijing Capital International Airport. “Pembangunan airport ini dilakukan karena Beijing Capital International Airport sudah melebihi kapasitas. Pembangunan terminal ini pada awalnya hanya dapat menampung 45 juta penumpang, namun nantinya akan kami perluas kembali sehingga mampu menampung 100 juta wisatawan per tahunnya,”  ujar Zaha Hadid, Arsitek Beijing Daxing International Airport.

Gree dipercaya menjadi pemasok pendingin udara di bandara terbesar di dunia ini. Dengan mengandalkan riset dan pengembangan (R&D) sendiri, Gree telah berhasil menciptakan CVE Series Permanent Magnet Synchronous Inverter Centrifugal Chiller and Ice Storage Unit of Two Conditions. Sistem ini bertujuan untuk menyimpan dan membekukan udara dingin pada siang hari untuk dipergunakan kembali pada malam hari, sehingga pada malam hari sistem pendingin udara tidak sepenuhnya bekerja. Hal ini tentunya akan sangat menghemat pemakaian listrik.

Kedua teknologi yang disebut-sebut para ahli sebagai “International Leading” ini bertujuan untuk menghemat penggunaan listrik pada malam hari yang lebih mahal jika dibandingkan pemakaian listrik di siang hari. Centrifugal chiller yang digunakan di seluruh sistem kompresor dengan teknologi Direct Driver Double Impeller High Speed Permanent Magnet Synchronous Motor ini terbukti mampu mendinginkan lebih cepat dan efisien, juga lebih hemat hingga lebih dari 40 persen jika dibandingkan centrifugal chiller system air biasa; penyimpanan es dalam dua kondisi pada -6 DEG COP dalam kondisi air es setinggi 4,59 , pada kondisi pendinginan udara hingga 6.6 COP, melebihi satu  tingkat dari standar nasional untuk energy efisiensi, efek penghematan energi lebih signifikan, dan jangka pengoperasian yang lebih besar.

Sebanyak 17 unit GREE CVE Series Permanent Magnet Synchronous Inverter Centrifugal Chiller dan Ice Storage Unit of Two Conditions telah digunakan dalam proyek ini, termasuk 8 unit 2000RT Double Operation Ice Storage Inverter, 6 unit 2000RT Base Load Frequency Conversion, 3 unit 600RT Base Load Frequency Conversion, dengan total kapasitas dalam pemasangan pada proyek ini adalah 29.800RT.

Untuk Indonesia sendiri, Gree telah menjadi pemasok pendingin udara untuk berbagai proyek besar seperti pabrik Wuling, Chevron, Sudirman Suite, OKI pulp, Satoria Tower, hingga hotel Grand Mercure Yogyakarta. Gree juga sudah memiliki lebih dari 30 ribu hak paten bahkan sudah menduduki posisi 190 Forbes dalam kategori Top Regarded Companies di tahun 2017.

Hingga saat ini, GREE masih terus menciptakan berbagai macam centrifugal chiller, termasuk Photovoltaic Fixed Frequency Centrifugal Water-Cooled Chiller, Permanent Magnet Synchronous Frequency Centrifugal Chillers, Permanent Magnet Synchronous Frequency Centrifugal Pump, Maglev Frequency Centrifugal Chillers, Inverter Direct Drive Centrifugal Chiller, Permanent Magnet Synchronous Frequency Centrifugal Ice Storage Unit Of Two Conditions Six Series of Product Matrix. Seluruh produk tersebut juga merupakan produk AC Gree yang paling banyak diminati dalam sektor industri. (*)


Selengkapnya
Grafis

Deretan Kasus Rizieq Shihab, 11 Tuntutan dalam 9 Bulan

Kabar kepulangan Rizieq Shihab pada 21 Februari 2018 membuat banyak pihak heboh karena sejak 2016, tercatat Rizieq sudah 11 kali dilaporkanke polisi.